TV Pemerintah Rusia: Lenyapkan Saja Inggris dengan Rudal Nuklir Sarmat!
Kamis, 28 April 2022 - 08:17 WIB
loading...
A
A
A
Ini bukan pertama kalinya propagandis Putin menyerukan perang termonuklir global. Pekan lalu, setelah tes pertama ICBM RS-28 Sarmat yang sukses, sepasang pembawa acara televisi pemerintah tertawa kecil atas prospek memusnahkan "kota yang baik" seperti New York.
“Jika 7,5 megaton akan dikirim ke wilayah yang disebut mitra [Amerika] kami—kata 'mitra' sangat penting—maka objek seperti kota New York, kota yang bagus tetapi akan hilang,” kata salah satu pembawa acara.
“Benar-benar hilang, dengan satu roket. Sepenuhnya, maksud saya sepenuhnya,” lanjut dia sambil tertawa. “Jadi lebih baik kita tidak melakukannya. Orang Amerika selalu takut dengan roket berat kami.”
Dalam tes awal RS-28 Sarmat, rudal itu menyerang target tiruan lebih dari 3.000 mil jauhnya, sebagian kecil dari kisaran 10.000 mil yang diharapkan sebagai rudal balistik antarbenua.
Para pejabat AS telah menyebut manuver senjta Rusia itu bukan ancaman perang nuklir, dan mencatat bahwa uji coba RS-28 Sarmat telah direncanakan sebelumnya—dan bahwa Rusia telah memberi tahu AS—karena kedua negara terikat dalam perjanjian.
“Rusia dengan benar memberi tahu Amerika Serikat di bawah kewajiban News START bahwa mereka berencana untuk menguji ICBM ini,” kata juru bicara Pentagon John Kirby setelah tes pekan lalu.
“Pengujian seperti itu rutin. Itu tidak mengejutkan. Kami tidak menganggap tes itu sebagai ancaman bagi Amerika Serikat atau sekutunya.”
“Jika 7,5 megaton akan dikirim ke wilayah yang disebut mitra [Amerika] kami—kata 'mitra' sangat penting—maka objek seperti kota New York, kota yang bagus tetapi akan hilang,” kata salah satu pembawa acara.
“Benar-benar hilang, dengan satu roket. Sepenuhnya, maksud saya sepenuhnya,” lanjut dia sambil tertawa. “Jadi lebih baik kita tidak melakukannya. Orang Amerika selalu takut dengan roket berat kami.”
Dalam tes awal RS-28 Sarmat, rudal itu menyerang target tiruan lebih dari 3.000 mil jauhnya, sebagian kecil dari kisaran 10.000 mil yang diharapkan sebagai rudal balistik antarbenua.
Para pejabat AS telah menyebut manuver senjta Rusia itu bukan ancaman perang nuklir, dan mencatat bahwa uji coba RS-28 Sarmat telah direncanakan sebelumnya—dan bahwa Rusia telah memberi tahu AS—karena kedua negara terikat dalam perjanjian.
“Rusia dengan benar memberi tahu Amerika Serikat di bawah kewajiban News START bahwa mereka berencana untuk menguji ICBM ini,” kata juru bicara Pentagon John Kirby setelah tes pekan lalu.
“Pengujian seperti itu rutin. Itu tidak mengejutkan. Kami tidak menganggap tes itu sebagai ancaman bagi Amerika Serikat atau sekutunya.”
Lihat Juga :