Rusia Hancurkan Sejumlah Besar Senjata yang Dipasok Barat di Ukraina
Rabu, 27 April 2022 - 22:41 WIB
loading...
A
A
A
Selama acara tersebut, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan Washington akan "terus menggerakkan langit dan bumi sehingga kita dapat memenuhi" kebutuhan militer pemerintah Ukraina, sambil mendesak negara-negara lain untuk juga berkontribusi pada tujuan tersebut.
Sehari sebelumnya, Austin dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken melakukan perjalanan ke Kiev untuk secara pribadi meyakinkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tentang dukungan Barat.
Rusia menyerang tetangganya pada akhir Februari, setelah penolakan Ukraina menerapkan ketentuan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass, Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral dan memberikan jaminan bahwa ia tidak akan bergabung dengan NATO.
Ukraina memandang serangan Rusia sebagai tindakan perang yang tidak beralasan, dan telah membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
Sehari sebelumnya, Austin dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken melakukan perjalanan ke Kiev untuk secara pribadi meyakinkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tentang dukungan Barat.
Rusia menyerang tetangganya pada akhir Februari, setelah penolakan Ukraina menerapkan ketentuan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass, Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral dan memberikan jaminan bahwa ia tidak akan bergabung dengan NATO.
Ukraina memandang serangan Rusia sebagai tindakan perang yang tidak beralasan, dan telah membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
(sya)
Lihat Juga :