Inggris Dukung Ukraina Invasi Balik Rusia, Begini Reaksi Moskow
Rabu, 27 April 2022 - 05:21 WIB
loading...
Pasukan pro-Rusia saat menyerbu Mariupol, Ukraina. Inggris mendukung Ukraina untuk menginvasi balik Rusia. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - London mendukung Ukraina untuk menginvasi balik Rusia dengan senjata Inggris. Moskow menyatakan langkah London itu sebagai provokasi yang bisa memicu respons proporsional.
Sebelumnya, Menteri Angkatan Bersenjata Inggris James Heappey mengatakan London mendukung Ukraina untuk menyerang situs-situs logistik di tanah Rusia menggunakan senjata London.
Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan mengaku telah memperhatikan komentar Heappey.
“Kami ingin menekankan bahwa provokasi langsung London terhadap rezim Kiev untuk tindakan semacam itu, jika itu diterapkan, akan mengarah pada respons segera dan proporsional oleh Rusia," kata kementerian tersebut, seperti dikutip Sputnik, Rabu (27/4/2022).
Baca juga: London Dukung Ukraina Invasi Balik Rusia dengan Senjata Inggris
“Seperti yang telah kami peringatkan, Angkatan Bersenjata Rusia siaga sepanjang waktu untuk meluncurkan serangan balasan jarak jauh dengan [senjata] presisi terhadap pusat pengambilan keputusan yang relevan di Kiev," lanjut kementerian tersebut.
Sebelumnya, Menteri Angkatan Bersenjata Inggris James Heappey mengatakan London mendukung Ukraina untuk menyerang situs-situs logistik di tanah Rusia menggunakan senjata London.
Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan mengaku telah memperhatikan komentar Heappey.
“Kami ingin menekankan bahwa provokasi langsung London terhadap rezim Kiev untuk tindakan semacam itu, jika itu diterapkan, akan mengarah pada respons segera dan proporsional oleh Rusia," kata kementerian tersebut, seperti dikutip Sputnik, Rabu (27/4/2022).
Baca juga: London Dukung Ukraina Invasi Balik Rusia dengan Senjata Inggris
“Seperti yang telah kami peringatkan, Angkatan Bersenjata Rusia siaga sepanjang waktu untuk meluncurkan serangan balasan jarak jauh dengan [senjata] presisi terhadap pusat pengambilan keputusan yang relevan di Kiev," lanjut kementerian tersebut.
Lihat Juga :