AS Janji Gerakkan Langit dan Bumi untuk Menangkan Perang Ukraina Lawan Rusia
Rabu, 27 April 2022 - 01:51 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi semua itu tidak cukup, dan Washington, yang pada awalnya membatasi pengirimannya pada apa yang disebut senjata "pertahanan", telah mulai mengirim senjata berat buatan AS, seperti meriam howitzer dan berbagai kendaraan lapis baja.
"AS melibatkan rekan-rekan kami di negara lain untuk jenis kemampuan yang sama, dan kami melihat indikasi sejak awal bahwa ...banyak negara akan maju dan memberikan amunisi dan howitzer tambahan," kata Austin.
Prancis mengirimkan meriam Caesar dengan jangkauan 40km, dan Inggris telah menyediakan rudal dan tank anti-udara Starstreak.
Pertemuan itu juga bertujuan untuk memastikan keamanan Ukraina dalam jangka panjang setelah perang usai.
"Ukraina membutuhkan bantuan kita untuk menang hari ini dan mereka masih membutuhkan bantuan kita ketika perang berakhir," kata Austin, seperti dikutip AFP.
Pertemuan pada hari Selasa tidak diadakan di bawah naungan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), tetapi anggota aliansi termasuk sekutu Eropa Washington hadir.
Juga hadir negara-negara yang lebih jauh seperti Jepang dan Australia, yang khawatir bahwa kemenangan Rusia di Ukraina dapat menjadi preseden dan memacu ambisi teritorial China.
Finlandia dan Swedia, negara-negara yang secara tradisional netral sekarang ingin bergabung dengan NATO setelah agresi Rusia di Ukraina, juga berpartisipasi.
"AS melibatkan rekan-rekan kami di negara lain untuk jenis kemampuan yang sama, dan kami melihat indikasi sejak awal bahwa ...banyak negara akan maju dan memberikan amunisi dan howitzer tambahan," kata Austin.
Prancis mengirimkan meriam Caesar dengan jangkauan 40km, dan Inggris telah menyediakan rudal dan tank anti-udara Starstreak.
Pertemuan itu juga bertujuan untuk memastikan keamanan Ukraina dalam jangka panjang setelah perang usai.
"Ukraina membutuhkan bantuan kita untuk menang hari ini dan mereka masih membutuhkan bantuan kita ketika perang berakhir," kata Austin, seperti dikutip AFP.
Pertemuan pada hari Selasa tidak diadakan di bawah naungan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), tetapi anggota aliansi termasuk sekutu Eropa Washington hadir.
Juga hadir negara-negara yang lebih jauh seperti Jepang dan Australia, yang khawatir bahwa kemenangan Rusia di Ukraina dapat menjadi preseden dan memacu ambisi teritorial China.
Finlandia dan Swedia, negara-negara yang secara tradisional netral sekarang ingin bergabung dengan NATO setelah agresi Rusia di Ukraina, juga berpartisipasi.
(min)
Lihat Juga :