Gubernur Nikolaev Ukraina Ancam Warga: Para Pengkhianat akan Dieksekusi

Selasa, 26 April 2022 - 10:01 WIB
loading...
Gubernur Nikolaev Ukraina...
Gubernur Wilayah Nikolaev Ukraina Vitaly Kim. Foto/telegram
A A A
KIEV - Vitaly Kim yang menjabat sebagai gubernur Wilayah Nikolaev Ukraina, telah memperingatkan warga yang bekerja sama dengan pasukan Rusia akan menghadapi eksekusi di luar proses hukum.

Dia mengungkapkan nasib mengerikan menunggu "para pengkhianat" selama siaran langsung televisi Kamis lalu.

Kim membuat komentar, di saluran televisi Ukraina 24, setelah presenter mengemukakan klaim yang dibuat sebelumnya oleh pejabat di Kherson, yang menurutnya, informasi tentang aktivis pro-Ukraina, veteran yang telah bertempur di Donbass, serta jurnalis yang tinggal di kota itu telah dibocorkan ke pasukan Rusia.

Baca juga: Biden dan Obama Khawatir Trump Kembali ke Twitter setelah Dibeli Elon Musk

Kim, sebaliknya, mengutip pembunuhan baru-baru ini terhadap seorang blogger pro-Rusia di kota itu, yang ditembak mati pada 20 April, sebagai bukti bahwa, “Kherson adalah Ukraina. Ada pejuang gerilya di sana.”

Baca juga: Swedia Terima Jaminan Keamanan dari Barat saat Ingin Gabung NATO

Selain itu, Kim memperingatkan, “Pengkhianat akan dieksekusi.”

Baca juga: Inggris Ungkap Sejumlah Hadiah Baru untuk Ukraina

Dia menyatakan, “Tidak takut dengan kata ini.”

Pejabat Ukraina menyatakan kepastian mutlak bahwa, “akan seperti itu.”

Sebagai tanggapan, presenter mengutip seorang pejabat tinggi Ukraina yang sebelumnya telah memperingatkan pasukan khusus telah dibentuk yang akan melenyapkan para pengkhianat.

Kim menyela, meyakinkan presenter itu bahwa unit rahasia itu sebenarnya sudah beroperasi.

Presenter, pada gilirannya, mendesak semua orang yang mendengarkan siaran untuk mengingat fakta ini.

Gubernur juga mengklaim Ukraina telah mengembangkan kemampuan teknologi yang unggul yang memungkinkan layanan khusus untuk melacak hampir semua orang.

Kim menyimpulkan, “Tidak ada yang bisa bersembunyi dari keadilan.” Dia tidak memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya.

Rusia menyerang negara tetangga itu pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.

Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved