Setelah 111 Hari, Surya Hidayat Pratama Dibebaskan dari Penahanan Houthi

Senin, 25 April 2022 - 19:11 WIB
loading...
Setelah 111 Hari, Surya Hidayat Pratama Dibebaskan dari Penahanan Houthi
Pejuang Houthi mengendarai truk patrol di dekat Sanaa, Yaman, 21 Juli 2016. Foto/REUTERS/Khaled Abdullah
A A A
JAKARTA - Pada 25 April 2022, awak kapal Indonesia bernama Surya Hidayat Pratama (SHP) telah tiba dengan selamat di Jakarta setelah mengalami penahanan Kelompok Houthi di Yaman selama 111 hari.

SHP merupakan Chief Officer yang bekerja di kapal Rwabee yang berbendera Uni Emirat Arab (UEA).

Sebelumnya, pada 3 Januari 2022, kapal Rwabee beserta seluruh awak kapal ditahan kelompok Houthi saat berlayar di perairan Al-Hudaidah Yaman.

Baca juga: Ankara Kecam AS Standar Ganda pada Pembelian S-400 oleh Turki dan India

Selama masa penahanan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI beserta Kedutaan Besar RI (KBRI) Muscat, KBRI Riyadh dan KBRI Abu Dhabi telah mengupayakan pembebasan SHP melalui komunikasi dengan berbagai pihak.

Baca juga: Trump akan Hentikan Putin Gunakan Kata Nuklir Lagi

Kemlu juga melakukan family engagement kepada pihak keluarga SHP di Makassar. Selama masa penahanan, SHP telah beberapa kali melakukan komunikasi telepon dengan pihak keluarga.

Baca juga: China Bangun Sistem Pertahanan Luar Angkasa, Ini Targetnya

Melalui upaya berbagai pihak, pada 24 April 2022, SHP dapat dibebaskan dari penahanan Houthi dan kemudian diterbangkan dari Sanaa ke Muscat melalui fasilitasi yang disediakan Pemerintah Oman.

KBRI Muscat melakukan pendampingan pemulangan SHP ke Indonesia dan tiba dengan selamat di tanah air pada 25 April 2022. SHP selanjutnya akan dipulangkan ke daerah asalnya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kementerian Luar Negeri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Oman dan seluruh pihak yang turut serta membantu proses pembebasan dan pemulangan SHP ke tanah air.

(sya)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1625 seconds (11.252#12.26)