Ankara Kecam AS Standar Ganda pada Pembelian S-400 oleh Turki dan India
Senin, 25 April 2022 - 18:33 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, Turki dapat menggunakan S-400 dan SAMP-T secara bersamaan.
Anggota parlemen AS memberlakukan sanksi CAATSA pada pertengahan 2017, dengan pembatasan yang mengancam pembatasan terhadap negara mana pun yang membeli sistem senjata canggih dari Rusia.
Selain Turki, yang memberlakukan pembatasan terhadap Presidensi Industri Pertahanan pada Desember 2020, CAATSA juga digunakan terhadap Departemen Pengembangan Peralatan Komisi Militer Pusat Kementerian Pertahanan China atas pembelian pesawat tempur S-400 dan Su-35 Rusia oleh Beijing pada 2018.
Washington juga sebelumnya mengancam akan menggunakan sanksi terhadap mitra Eropa dalam proyek pipa gas Nord Stream 2 dengan Rusia, dan terhadap Indonesia.
S-400 adalah sistem pertahanan udara bergerak yang mampu menjatuhkan drone, pesawat terbang, helikopter, rudal balistik dan jelajah pada jarak hingga 400 km.
Sistem ini dioperasikan oleh Rusia, Belarus, China, Turki, dan India. Iran, Irak, Mesir, Arab Saudi, Serbia dan Qatar telah menyatakan minatnya pada sistem tersebut.
Anggota parlemen AS memberlakukan sanksi CAATSA pada pertengahan 2017, dengan pembatasan yang mengancam pembatasan terhadap negara mana pun yang membeli sistem senjata canggih dari Rusia.
Selain Turki, yang memberlakukan pembatasan terhadap Presidensi Industri Pertahanan pada Desember 2020, CAATSA juga digunakan terhadap Departemen Pengembangan Peralatan Komisi Militer Pusat Kementerian Pertahanan China atas pembelian pesawat tempur S-400 dan Su-35 Rusia oleh Beijing pada 2018.
Washington juga sebelumnya mengancam akan menggunakan sanksi terhadap mitra Eropa dalam proyek pipa gas Nord Stream 2 dengan Rusia, dan terhadap Indonesia.
S-400 adalah sistem pertahanan udara bergerak yang mampu menjatuhkan drone, pesawat terbang, helikopter, rudal balistik dan jelajah pada jarak hingga 400 km.
Sistem ini dioperasikan oleh Rusia, Belarus, China, Turki, dan India. Iran, Irak, Mesir, Arab Saudi, Serbia dan Qatar telah menyatakan minatnya pada sistem tersebut.
(sya)
Lihat Juga :