Moskow: AS Berencana Tuduh Rusia Gunakan Senjata Pemusnah Massal di Ukraina

Sabtu, 23 April 2022 - 19:44 WIB
loading...
Moskow: AS Berencana...
Rusia menyebut menyiapkan provokasi untuk menuduh Moskow menggunakan senjata pemusnah massal di Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Amerika Serikat (AS) sedang merencanakan provokasi untuk menuduh pasukan Rusia melakukan operasi khusus demiliterisasi dan de-nazifikasi Ukraina menggunakan senjata pemusnah massal. Hal itu diungkapkan Kementerian Pertahanan Rusia.

"Kementerian Pertahanan memiliki informasi bahwa Rusia akan disalahkan karena menggunakan senjata kimia , biologi atau nuklir taktis, sejalan dengan setidaknya tiga skenario yang telah dikembangkan sebagai tanggapan atas keberhasilan Moskow dalam melakukan operasi militer khusus," kata kepala pasukan perlindungan radiasi, kimia, dan biologi Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Kirillov, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (23/4/2022).

Dikatakan oleh Kirillov provokasi Barat kemungkinan akan menargetkan fasilitas kimia dan biologi di Kharkiv dan Kiev, dan mungkin pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia. Selain itu, Departemen Luar Negeri AS telah menentukan prosedur penyelidikan selanjutnya dan menunjuk pejabat yang bertanggung jawab atas tindakannya.



Menurutnya, salah satu skenario yang dibuat oleh Barat adalah penggunaan senjata pemusnah massal di kota Slavyansk dan Kramatorsk.

"Penggunaan senjata pemusnah massal secara terbuka di medan perang dalam kasus kegagalan untuk berhasil dengan senjata konvensional ... kemungkinan sedang dipertimbangkan untuk Slavyansk dan Kramatorsk, yang telah diubah menjadi zona benteng," ungkap Kirillov, sambil menambahkan bahwa skenario seperti itu adalah yang paling kecil kemungkinannya.

“Pementasan penggunaan senjata pemusnah massal ditujukan untuk menuduh Rusia menggunakan senjata terlarang, yang akan diikuti dengan penerapan apa yang disebut 'skenario Suriah', di mana sebuah negara dikenai isolasi ekonomi dan politik, serta pengecualian dari organisasi internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB,” sambung Kirillov.

Sesuai skenario, mekanisme penyelidikan fakta dugaan penggunaan senjata biologis oleh Rusia selama operasi khusus di Ukraina akan mendapat sanksi dari Sekjen PBB.

"Di daerah permusuhan di mana perwakilan negara-negara NATO tidak diizinkan, akses itu direncanakan untuk melibatkan perwakilan dari Komite Palang Merah Internasional, dilengkapi dengan sarana perlindungan dan peralatan pemantauan," tambah Kirillov.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Berita Terkini
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved