Terungkap! Mohammed bin Salman Omeli Penasihat Biden Gara-gara Ini
Kamis, 21 April 2022 - 12:12 WIB
loading...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengomeli Penasihat Keamanan Nasional Presiden AS Joe Biden, Jake Sullivan, gara-gara ditanya soal pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Foto/SPA via REUTERS
A
A
A
RIYADH - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berteriak keras kepada Penasihat Keamanan Nasional Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden , Jake Sullivan. Musababnya, Sullivan bertanya tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Laporan soal Sullivan diomeli Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) itu diungkap Wall Street Journal (WSJ) dalam laporannya hari Rabu.
Peristiwa itu terjadi ketika Pangeran MBS dan Sullivan pertama kali bertemu di istana tepi pantai di Arab Saudi pada September lalu.
Baca juga: Mohammed bin Salman: Saudi Tak Lihat Israel sebagai Musuh, tapi Sekutu Potensial
Laporan itu menunjukkan contoh lain dari keretakan hubungan AS-Arab Saudi sejak Biden berkuasa.
"Meskipun penguasa de facto Arab Saudi tampak bersikap santai dengan mengenakan celana pendek selama pertemuan, dia akhirnya meneriaki Sullivan setelah dia mengangkat [pembicaraan soal] pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada 2018," bunyi laporan WSJ.
"Pangeran memberi tahu Sullivan bahwa dia tidak pernah ingin membahas masalah itu lagi."
Laporan soal Sullivan diomeli Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) itu diungkap Wall Street Journal (WSJ) dalam laporannya hari Rabu.
Peristiwa itu terjadi ketika Pangeran MBS dan Sullivan pertama kali bertemu di istana tepi pantai di Arab Saudi pada September lalu.
Baca juga: Mohammed bin Salman: Saudi Tak Lihat Israel sebagai Musuh, tapi Sekutu Potensial
Laporan itu menunjukkan contoh lain dari keretakan hubungan AS-Arab Saudi sejak Biden berkuasa.
"Meskipun penguasa de facto Arab Saudi tampak bersikap santai dengan mengenakan celana pendek selama pertemuan, dia akhirnya meneriaki Sullivan setelah dia mengangkat [pembicaraan soal] pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada 2018," bunyi laporan WSJ.
"Pangeran memberi tahu Sullivan bahwa dia tidak pernah ingin membahas masalah itu lagi."
Lihat Juga :