PBB Pertimbangkan Ubah Proses Hak Veto Dewan Keamanan

Kamis, 21 April 2022 - 06:14 WIB
loading...
PBB Pertimbangkan Ubah...
PBB pertimbangkan perubahan perubahan proses hak veto Dewan Keamanan PBB. Foto/Ilustrasi
A A A
NEW YORK - Majelis Umum PBB sedang mempertimbangkan untuk memperkenalkan ketentuan yang mengharuskan anggota tetap Dewan Keamanan (DK) untuk memberikan alasan untuk membenarkan penggunaan hak veto mereka.

Saat ini, lima anggota tetap DK PBB – China, Prancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) – dapat memveto setiap resolusi yang diajukan oleh badan tersebut. Sedangkan 10 anggota DK lainnya yang bergilir tidak memiliki wewenang seperti itu.

Ketentuan itu diajukan oleh Liechtenstein minggu lalu dan dipresentasikan pada panel diskusi tertutup pada hari Selasa. Diskusi tersebut ternyata cukup "positif" dan inisiatif tersebut menerima sponsor tambahan, misi negara mikro untuk PBB mengatakan setelah pertemuan.



“Kami memiliki partisipasi yang kuat dan keterlibatan positif pada Inisiatif Veto dalam format terbuka sore ini. Kami akan melanjutkan pekerjaan kami untuk mendapatkan dukungan politik sekuat mungkin untuk teks kami yang sekarang memiliki 57 sponsor bersama,” katanya seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (21/4/2022).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah usai Diserang...
Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Teheran Harus Terbakar!
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Prabowo dan Menlu Turkiye...
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertemu di Hambalang, Bahas Isu Palestina hingga Timur Tengah
AS Naikkan Level Ancaman...
AS Naikkan Level Ancaman Mata-Mata Israel dari Tinggi Menjadi Kritis, Ini Pemicunya
Rekomendasi
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Israel Marah usai Diserang...
Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Teheran Harus Terbakar!
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved