4 Pria Ini Perkosa Biawak, lalu Membunuh dan Memakannya

Selasa, 19 April 2022 - 08:32 WIB
loading...
4 Pria Ini Perkosa Biawak,...
Empat pria di India diselidiki atas tuduhan memerkosa, membunuh, memasak dan memakan biawak yang dilindungi. Foto/REUTERS
A A A
NEW DELHI - Empat pria di India sedang diselidiki atas tuduhan telah memerkosa dan membunuh biawak di salah satu hutan lindung. Tak hanya memerkosa, mereka juga dituduh memasak dan memakan hewan tersebut.

Tragisnya, itu adalah satu-satunya biawak di hutan lindung tersebut.

Insiden itu terjadi pada 29 Maret di Cagar Alam Harimau Sahyadri, di negara bagian Maharashtra, India barat.

Kamera jebakan hutan, yang dimaksudkan untuk melacak harimau, menangkap para pria yang dituduh memasuki Taman Nasional Chandoli di cagar alam itu.

Baca juga: Peragakan Penyaliban Yesus, Pria Ini Meninggal Betulan

Petugas kehutanan menangkap orang-orang itu antara tanggal 1 hingga 5 April, dan menemukan foto dan video di ponsel mereka yang memerkosa biawak secara berkelompok, lalu membunuh, memasak dan memakannya.

“Saya belum pernah melihat kejahatan seperti ini sebelumnya,” kata petugas divisi kehutanan Vishal Mali kepada VICE World News, Selasa (19/4/2022).

“Para pria berusia 20-an dan 30-an [tahun], dan mereka tampaknya melakukannya untuk bersenang-senang. Tidak ada agenda agama atau ilmu hitam.”

Orang-orang itu diidentifikasi sebagai Sandeep Pawar, Mangesh Kamtekar, Akshay Kamtekar dan Ramesh Ghag, yang semuanya penduduk setempat.

Mereka didakwa di bawah Undang-Undang (Perlindungan) Satwa Liar India 1972. Pengadilan setempat memberi mereka jaminan minggu lalu.

Biawak India dikategorikan sebagai satwa yang terancam punah, dan merupakan spesies yang dilindungi oleh hukum. Pelanggar dapat dihukum dengan hukuman penjara tujuh tahun.

Sebuah laporan oleh kelompok advokasi satwa liar mencatat 82 kasus pelecehan seksual terhadap hewan di India antara 2010 dan 2020. Ini dari total 500.000 kasus kejahatan terkait hewan yang mencakup penyiksaan dan pembunuhan.

Kasus pelecehan seksual terbaru terhadap hewan termasuk seorang pria yang memerkosa dan membunuh seekor kambing hamil di India selatan, dan seorang pria berusia 60 tahun memerkosa seekor anjing liar betina tahun lalu.

Sementara para tersangka dibebaskan dengan jaminan, Mali mengatakan foto dan video dari insiden tersebut telah dikirim ke laboratorium forensik untuk membangun bukti atas kasus tersebut.

Pejabat kehutanan juga mencari nasihat hukum untuk menuntut terdakwa berdasarkan undang-undang yang mengkriminalisasi hubungan seks yang tidak wajar antara manusia dan hewan.

“Tidak hanya kejam, tetapi ada risiko penyakit zoonosis dari kasus semacam ini. Ada kekhawatiran pria yang membawa PMS [penyakit menular seksual] dan infeksi lain dari tindakan mereka,” kata Mali.

Cagar Alam Harimau Sahyadri, yang tersebar di lebih dari 1.166 kilometer persegi (116.600 hektar), diatur oleh pemerintah India, dan mencakup tiga taman nasional.

Taman Nasional Chandoli tersebar di lebih dari 300 kilometer persegi (30.000 hektar) dan memiliki satwa liar mulai dari harimau dan macan kumbang, hingga reptil seperti biawak dan tokek. Tidak ada sensus hewan resmi di taman, tetapi Mali mengatakan memiliki 30 hewan per kaki persegi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved