Dokumen Ungkap Putin Cegah Obama Ciptakan Negara Palestina

Jum'at, 19 Juni 2020 - 11:14 WIB
loading...
Dokumen Ungkap Putin...
Barack Obama (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dalam forum G8 Summit di Lough Erne, Enniskillen, Irlandia Utara, Senin (17/6/2013). Obama kala itu menjabat Presiden Amerika Serikat. Foto/REUTERS/Kevin Lamarque
A A A
TEL AVIV - Sejumlah dokumen dengan status declassified atau secara resmi tidak lagi rahasia mengungkap bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mencegah mantan Barack Obama menciptakan negara Palestina berdasarkan perbatasan 1948.

Pada akhir 2016, Obama yang kala itu Presiden Amerika Serikat (AS) berupaya mengesahkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut Israel melepaskan wilayah Tepi Barat dan menerima resolusi dua negara berdasarkan perbatasan 1948.

Tindakan Putin itu merupakan lobi khusus Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Baca: Netanyahu: Putin Selamatkan Israel dari Resolusi PBB Soal Palestina )

The Jerusalem Post pada Kamis (18/6/2020) melaporkan dokumen-dokumen transkrip percakapan telepon antara mantan penasihat Presiden AS Donald Trump Michael Flynn dan mantan Duta Besar Rusia untuk PBB Sergey Kislyak mengonfirmasi bahwa PM Netanyahu melobi Kremlin dan pemerintahan Trump—pemerintah presiden terpilih AS tahun 2016)—untuk mengekang inisiatif yang menurutnya tidak sesuai dengan kebutuhan keamanan jangka panjang Israel.

Israel, tampaknya, mengetahui langkah yang direncanakan ketika bekerja melawan Resolusi 2334 DK PBB yang dikoordinasikan pemerintahan Obama. Itu adalah resolusi pertama sejak 1979 untuk mengutuk Israel atas kebijakan permukiman. Yang patut diingat, AS abstain dari pemungutan suara DK PBB—memungkinkan jalannya resolusi—dalam salah satu tindakan terakhir Obama sebagai presiden Amerika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Berita Terkini
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved