Kapal Perang NATO Tiba di Laut Baltik

Jum'at, 15 April 2022 - 21:25 WIB
loading...
Kapal Perang NATO Tiba...
Kapal perang NATO tiba di Laut Baltik. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
BRUSSELS - Sekelompok kapal perang NATO yang tergabung dalam Standing NATO Maritime Group 1 (SNMG1) dan Standing NATO Mine Countermeasures Group 1 (SNMCMG1) mulai tiba di Laut Baltik . Menurut siaran pers NATO, mereka akan ambil bagian dalam latihan bersama dengan negara-negara sekutu dan mitra, dengan beberapa telah merapat di sebuah pelabuhan di Tallinn, Estonia .

“NATO secara teratur mengerahkan pasukan maritim di Laut Blatik untuk mempertahankan kemampuan pertahanan yang kredibel dan mampu sesuai dengan kewajiban perjanjian,” bunyi pengumuman yang dikeluarkan aliansi itu pada awal pekan ini.

SNMG1 terdiri dari kapal induk asal Belanda, Denmark, Jerman dan Inggris, sedangkan SNMCMG1 terdiri dari kapal lapisan ranjau dan kapal penyapu ranjau Norwegia, Belgia, Jerman, Estonia, Inggris dan Belanda.



Ini adalah dua dari total empat kelompok tugas yang terdiri dari kapal-kapal asal berbagai negara sekutu yang terus-menerus tersedia bagi NATO untuk melakukan tugas yang berbeda mulai dari partisipasi dalam latihan hingga misi operasional.

Empat kapal dari kelompok SNMG1 tiba di Pelabuhan Tallinn pada hari Kamis, di mana mereka bergabung dengan fregat Kanada HMCS Halifax (FFH 330).

"Saya sangat senang menyambut tim SNMG1 di Tallinn," kata laksaman Juri Saska, komandan Angkatan Laut Estonia.



"Seruan itu sangat penting dalam situasi keamanan saat ini, di mana tetangga kita di timur telah mengangkat senjata melawan kebebasan dan kemerdekaan rakyat Ukraina," imbuhnya seperti dilansir dari Russia Today, Jumat (15/4/2022).

Saska menambahkan bahwa kehadiran maritim yang kuat di perbatasan timur NATO menunjukkan kecepatan, fleksibilitas, dan tekad aliansi untuk membela negara-negara anggota di darat, melalui udara, dan di laut.

Kelompok itu akan melakukan operasi rutin dan latihan bersama dengan Angkatan Laut Estonia minggu depan, yang dimaksudkan untuk meningkatkan interoperabilitas di antara pasukan NATO dan meningkatkan pengetahuan bersama tentang taktik maritim, sambil mempromosikan profesionalisme di antara para pelaut, pemahaman budaya, dan kepercayaan, menurut siaran pers NATO.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
4 Alasan Uni Eropa Masih...
4 Alasan Uni Eropa Masih Butuh NATO, Salah Satunya Rusia Jadi Ancaman
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Insiden Paling Memalukan,...
Insiden Paling Memalukan, Tank AS Tenggelam di Rawa di dekat Perbatasan Belarusia, 4 Tentara Tewas
Eks PM Inggris Tegaskan...
Eks PM Inggris Tegaskan Tidak Ada Alternatif NATO
Uni Eropa Bersiap untuk...
Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar, Berikut 4 Indikatornya
Inilah 4 Negara NATO...
Inilah 4 Negara NATO yang Pro Israel, Siapa Saja Itu?
AS Larang Personel Diplomatik...
AS Larang Personel Diplomatik di China Berhubungan Asmara dengan Warga Lokal
Tragis! Mantan Ratu...
Tragis! Mantan Ratu Kecantikan Myanmar Tewas akibat Gempa, Tertimbun Reruntuhan Apartemen
Rekomendasi
Puncak Arus Balik Lebaran...
Puncak Arus Balik Lebaran 2025, Ini Penampakan Arus Lalin di Tol Cipali dan Pantura Cirebon
Cara Cerdas Meghan Markle...
Cara Cerdas Meghan Markle Agar Produk Mahalnya Ludes Terjual dalam Hitungan Menit
Evandra Florasta Pede...
Evandra Florasta Pede Timnas Indonesia U-17 Sapu Bersih Kemenangan di Grup C
Berita Terkini
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia, Apa Saja?
38 menit yang lalu
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Produksi Senjata AS
2 jam yang lalu
Lebih dari 39.000 Anak...
Lebih dari 39.000 Anak Yatim di Gaza akibat Genosida Israel
3 jam yang lalu
Lawan Trump, Kanada...
Lawan Trump, Kanada Sumpah akan Memimpin Dunia
4 jam yang lalu
Abu Ubaidah: Tawanan...
Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
5 jam yang lalu
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
7 jam yang lalu
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved