Rusia Mengaku Tak Lagi Miliki Persediaan Senjata Kimia
Jum'at, 15 April 2022 - 04:27 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga menambahkan bahwa rekaman video keracunan yang mengejutkan bisa saja telah difilmkan sebelumnya.
Pada hari Selasa, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan pada konferensi pers bahwa AS khawatir bahwa Rusia mungkin ingin menggunakan senjata kimia selama operasi militer khusus di Ukraina. Secara khusus, ia mengklaim bahwa Rusia dapat menggunakan sejumlah zat pengendali kerusuhan, termasuk gas air mata yang dicampur dengan zat beracun.
Baca: Rusia Sebut Kebakaran Picu Amunisi Meledak di Kapal Perang Moskva
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov menyatakan bahwa Dinas Keamanan Ukraina (SBU), dengan dukungan dari negara-negara Barat, sedang mempersiapkan provokasi di Ukraina dengan penggunaan zat beracun terhadap warga sipil, untuk menuduh Rusia.
Dia menggarisbawahi bahwa pasukan Rusia yang terlibat dalam operasi militer khusus tidak memiliki dan tidak dapat memiliki amunisi kimia. Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu, tudingan bahwa Rusia melakukan berbagai pelanggaran terkait senjata yang digunakan dalam pertempuran telah banyak mengemuka, tudingan yang dengan tegas dibantah oleh Moskow.
Pada hari Selasa, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan pada konferensi pers bahwa AS khawatir bahwa Rusia mungkin ingin menggunakan senjata kimia selama operasi militer khusus di Ukraina. Secara khusus, ia mengklaim bahwa Rusia dapat menggunakan sejumlah zat pengendali kerusuhan, termasuk gas air mata yang dicampur dengan zat beracun.
Baca: Rusia Sebut Kebakaran Picu Amunisi Meledak di Kapal Perang Moskva
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov menyatakan bahwa Dinas Keamanan Ukraina (SBU), dengan dukungan dari negara-negara Barat, sedang mempersiapkan provokasi di Ukraina dengan penggunaan zat beracun terhadap warga sipil, untuk menuduh Rusia.
Dia menggarisbawahi bahwa pasukan Rusia yang terlibat dalam operasi militer khusus tidak memiliki dan tidak dapat memiliki amunisi kimia. Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu, tudingan bahwa Rusia melakukan berbagai pelanggaran terkait senjata yang digunakan dalam pertempuran telah banyak mengemuka, tudingan yang dengan tegas dibantah oleh Moskow.
(esn)
Lihat Juga :