Khamenei: Masa Depan Iran Tak Boleh Dikaitkan dengan Pembicaraan Nuklir
Jum'at, 15 April 2022 - 02:30 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2018, Presiden AS saat itu Donald Trump meninggalkan kesepakatan nuklir dan menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran. Setahun kemudian, Iran mulai melanggar batasan yang diberlakukan pada program nuklirnya oleh perjanjian 2015 untuk mempersulit pengembangan bom. Iran mengatakan program nuklirnya hanya untuk penggunaan damai.
Baca: Iran Ingin AS Cabut Beberapa Sanksi Sebelum Tercapainya Kesepakatan Nuklir
“Amerika Serikat melanggar janjinya (dengan keluar dari kesepakatan) dan sekarang mereka telah mencapai jalan buntu sementara Iran tidak dalam situasi seperti itu,” kata Khamenei, sambil meminta para perunding nuklir Iran untuk terus “menolak tuntutan berlebihan Amerika”.
Salah satu masalah yang belum terselesaikan adalah apakah Washington akan menghapus Korps Pengawal Revolusi (IRGC) elit Iran dari daftar Organisasi Teroris Asing (FTO) AS, seperti yang diminta oleh Teheran agar kesepakatan itu dapat dihidupkan kembali.
Para kritikus yang mencoret IRGC dari daftar, serta mereka yang terbuka dengan gagasan itu, mengatakan bahwa tindakan itu akan memiliki sedikit efek ekonomi karena sanksi AS lainnya memaksa aktor asing untuk menghindari kelompok itu.
Baca: Iran Ingin AS Cabut Beberapa Sanksi Sebelum Tercapainya Kesepakatan Nuklir
“Amerika Serikat melanggar janjinya (dengan keluar dari kesepakatan) dan sekarang mereka telah mencapai jalan buntu sementara Iran tidak dalam situasi seperti itu,” kata Khamenei, sambil meminta para perunding nuklir Iran untuk terus “menolak tuntutan berlebihan Amerika”.
Salah satu masalah yang belum terselesaikan adalah apakah Washington akan menghapus Korps Pengawal Revolusi (IRGC) elit Iran dari daftar Organisasi Teroris Asing (FTO) AS, seperti yang diminta oleh Teheran agar kesepakatan itu dapat dihidupkan kembali.
Para kritikus yang mencoret IRGC dari daftar, serta mereka yang terbuka dengan gagasan itu, mengatakan bahwa tindakan itu akan memiliki sedikit efek ekonomi karena sanksi AS lainnya memaksa aktor asing untuk menghindari kelompok itu.
Lihat Juga :