Ukraina Tangkap Pemimpin Oposisi Anti-Barat, Zelensky Senang

Rabu, 13 April 2022 - 04:39 WIB
loading...
Ukraina Tangkap Pemimpin...
Badan Intelijen Ukraina menangkap pemimpin oposisi anti-Barat, Viktor Medvedchuk. Foto/Telegram/Zelenskiy/Official
A A A
KIEV - Badan Intelijen Ukraina (SBU) menangkap pemimpin oposisi setempat yang dikenal anti-Barat, Viktor Medvedchuk. Presiden Volodymyr Zelensky senang dengan penangkapan tersebut.

Zelensky pada Selasa (12/4/2022) malam membagikan foto pesaingnya yang dalam kondisi diborgol di akun Telegramnya, dengan judul: “Operasi khusus dilakukan oleh SBU. Sudah selesai dilakukan dengan baik! Detail menyusul."

Medvedchuk mengepalai partai terbesar kedua di Parlemen nasional, “Opposition Platform—For Life.”

Dia sebelumnya ditempatkan di bawah tahanan rumah, sejak tahun lalu, sebagai bagian dari tindakan keras Zelensky terhadap perbedaan pendapat, yang diberikan persetujuan diam-diam oleh pendukung Barat-nya.

Dibentuk pada tahun 1991, untuk menggantikan KGB era Soviet, SBU adalah badan intelijen dan keamanan utama Ukraina.

Baca juga: Tangan Mati Rusia,Senjata yang Tembakkan 30 Nuklir Sekaligus Mampu Lenyapkan Barat

Medvedchuk, yang menentang Revolusi Maidan 2014, dan percaya bahwa tindakan Barat merugikan kepentingan Ukraina, telah memimpin partainya sejak 2018. Dia sebelumnya menjabat sebagai kepala staf mantan Presiden Leonid Kuchma pada awal 2000-an.

Beberapa komentator Barat telah melabelinya sebagai "sekutu terdekat Vladimir Putin di Ukraina." Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan Medvechuk sebagai "nasionalis Ukraina."

Pada 2019, Opposition Platform—For Life memenangkan 13% suara dalam Pemilu Parlemen, menjadikannya faksi oposisi terbesar di negara itu. Tahun lalu, jajak pendapat menunjukkan bahwa ia telah mengalahkan Servant of the People, partainya Zelensky, sebagai partai paling populer di negara itu.

Hal itu diduga memicu tindakan keras oleh Zelensky, yang menutup outlet media yang terkait dengan Medvedchuk. Segera setelah itu, politisi itu ditangkap atas tuduhan "pengkhianatan" yang bermotif politik.

Medvedchuk telah menolak tuduhan sebagai tokoh "pro-Rusia", bersikeras partainya mewakili jutaan warga Ukraina biasa.

Pada Februari 2021, dia menuduh Zelensky berusaha membangun kediktatoran di Ukraina dan menekan oposisi yang dipilih secara sah.

Pihak berwenang di Kiev juga mendakwa pendahulu Zelensky, Petro Poroshenko, dengan pengkhianatan, pada Desember 2021–dengan tuduhan yang sama dengan Medvedchuk: membeli batu bara secara ilegal dari wilayah Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri dari Ukraina dan dengan demikian “mendanai terorisme".

Poroshenko membuat kesepakatan besar dengan kembali ke Ukraina secara terbuka pada bulan Januari, dan pengadilan Kiev menolak untuk memenjarakannya.

Tidak seperti Medvedchuk, Poroshenko memiliki dukungan substansial di Barat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Daftar Pemimpin Dunia...
Daftar Pemimpin Dunia Terseret Skandal Ijazah Palsu dan Disertasi Plagiat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved