Digempur Rusia, Tentara Ukraina Akan Dilatih di Inggris
Rabu, 13 April 2022 - 01:22 WIB
loading...
A
A
A
Inggris telah mengirim lebih dari 4.000 rudal anti-tank NLAW ke Ukraina, dan memberi Kiev paket pinjaman besar-besaran £1,7 miliar pada tahun 2021 untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Laut-nya sambil mengumpulkan sekutunya untuk meningkatkan bantuan militer mereka ke Ukraina.
Inggris juga telah secara aktif melatih personel militer Ukraina, menjalankan apa yang disebut "Operasi Orbital" sejak 2014. Sekitar 22.000 personel militer Ukraina telah dilatih di bawah proyek tersebut, tetapi dihentikan pada Februari setelah serangan Rusia di Ukraina.
Moskow menyerang negara tetangganya menyusul kegagalan Ukraina untuk menerapkan ketentuan Perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Rusia kepada dua republik Donbass; Donetsk dan Luhansk, sebagai negara yang merdeka.
Perjanjian Minsk yang ditengahi Jerman dan Perancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Rusia sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik Donbass dengan paksa.
Inggris juga telah secara aktif melatih personel militer Ukraina, menjalankan apa yang disebut "Operasi Orbital" sejak 2014. Sekitar 22.000 personel militer Ukraina telah dilatih di bawah proyek tersebut, tetapi dihentikan pada Februari setelah serangan Rusia di Ukraina.
Moskow menyerang negara tetangganya menyusul kegagalan Ukraina untuk menerapkan ketentuan Perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Rusia kepada dua republik Donbass; Donetsk dan Luhansk, sebagai negara yang merdeka.
Perjanjian Minsk yang ditengahi Jerman dan Perancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Rusia sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik Donbass dengan paksa.
(min)
Lihat Juga :