Lavrov: Operasi Rusia di Ukraina Bertujuan Akhiri Arah AS Dominasi Dunia
Senin, 11 April 2022 - 19:11 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ribuan Demonstran Kecam Kudeta, Imran Khan: Tolak Pemerintah Dipimpin Penjahat
Lavrov menjelaskan itu dalam wawancara dengan jaringan penyiaran Rossiya 24.
Dia juga mengkritik diplomat top Uni Eropa (UE) Josep Borrell atas pernyataan terbarunya, dan mencatat bahwa sekarang aturan telah berubah secara drastis.
"Ini adalah perubahan yang sangat serius, bahkan dalam kebijakan yang Uni Eropa dan Barat di bawah kepemimpinan AS, tidak diragukan lagi, mulai dikejar setelah dimulainya operasi militer khusus kami. Satu kebijakan yang mencerminkan kemarahan, dalam beberapa hal bahkan hiruk-pikuk, dan yang, tentu saja, ditentukan tidak hanya oleh (situasi di) Ukraina, tetapi oleh Ukraina yang diubah menjadi pijakan untuk penindasan terakhir Rusia," papar dia.
Dia juga mengatakan ada kemungkinan pasukan Ukraina, yang didukung layanan intel Barat, akan melakukan provokasi baru, mengutip insiden baru-baru ini di Donbass, ketika pasukan Kiev mencoba menyalahkan Rusia atas serangan mereka sendiri di kota Kramatorsk.
Lavrov mencatat bahwa setelah Rusia menunjukkan data sebenarnya tentang insiden itu, seluruh skandal segera tersapu ke bawah karpet.
Pernyataan itu muncul setelah muncul laporan yang mengatakan bahwa Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri Josep Borrell mendesak negara-negara anggota blok itu menyediakan senjata yang telah diminta kepada Kiev.
Lavrov menjelaskan itu dalam wawancara dengan jaringan penyiaran Rossiya 24.
Dia juga mengkritik diplomat top Uni Eropa (UE) Josep Borrell atas pernyataan terbarunya, dan mencatat bahwa sekarang aturan telah berubah secara drastis.
"Ini adalah perubahan yang sangat serius, bahkan dalam kebijakan yang Uni Eropa dan Barat di bawah kepemimpinan AS, tidak diragukan lagi, mulai dikejar setelah dimulainya operasi militer khusus kami. Satu kebijakan yang mencerminkan kemarahan, dalam beberapa hal bahkan hiruk-pikuk, dan yang, tentu saja, ditentukan tidak hanya oleh (situasi di) Ukraina, tetapi oleh Ukraina yang diubah menjadi pijakan untuk penindasan terakhir Rusia," papar dia.
Dia juga mengatakan ada kemungkinan pasukan Ukraina, yang didukung layanan intel Barat, akan melakukan provokasi baru, mengutip insiden baru-baru ini di Donbass, ketika pasukan Kiev mencoba menyalahkan Rusia atas serangan mereka sendiri di kota Kramatorsk.
Lavrov mencatat bahwa setelah Rusia menunjukkan data sebenarnya tentang insiden itu, seluruh skandal segera tersapu ke bawah karpet.
Pernyataan itu muncul setelah muncul laporan yang mengatakan bahwa Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri Josep Borrell mendesak negara-negara anggota blok itu menyediakan senjata yang telah diminta kepada Kiev.
Lihat Juga :