Biden Sebut Putin Penjahat Perang, Korut Ungkit Kejahatan AS di Irak dan Afghanistan

Minggu, 10 April 2022 - 03:19 WIB
loading...
Biden Sebut Putin Penjahat...
Presiden Rusia Vladimir Putin disebut penjahat perang oleh Presiden AS Joe Biden terkait invasi Moskow ke Ukraina. Media pemerintah Korut ikut merespons dengan mengungkit invasi AS ke Irak, Afghanistan dan Yugoslavia. Foto/REUTERS
A A A
PYONGYANG - Presiden Amerika Serikaat (AS) Joe Biden menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai penjahat perang atas invasi Moskow ke Ukraina . Pemerintah Korea Utara (Korut) melalui medianya, KCNA, ikut merespons dengan mengungkit kejahatan Amerika di Irak, Afghanistan dan Yugoslavia.

Media tersebut juga mengecam sanksi AS terhadap Rusia yang akan menjadi bumerang. "Washington akan menjadi pecundang terakhir di panggung dunia," tulis KCNA dalam editorialnya.

"Dengan menuduh Rusia melakukan kejahatan perang di Ukraina, AS berusaha mencemarkan nama baik Rusia dan mencapai keruntuhan rezimnya,” lanjut editorial tersebut.

"Ini mengingatkan salah satu dari pihak yang bersalah yang mengajukan gugatan terlebih dahulu," imbuh editorial KCNA sembari mengungkit kejahatan Amerika atas apa yang ia sebut sebagai pembunuhan tanpa ampun terhadap jutaan warga sipil tak berdosa di Afghanistan, Irak, dan Yugoslavia.

Baca juga: Putin Dikelilingi Ajudan dengan Koper Nuklir, Ini Penampakannya

Baru-baru ini, Kiev dan pendukung Barat-nya melontarkan tuduhan kejahatan perang terhadap Rusia, ketika mereka menuduh pasukan Moskow telah membunuh sejumlah warga sipil di kota Bucha, Ukraina.

Moskow dengan keras membantah tuduhan itu, mengeklaim bahwa bukti itu dimanipulasi oleh Ukraina sebagai bagian dari kampanye propaganda. Kremlin telah meminta penyelidikan PBB atas insiden tersebut.

Sebelum insiden Bucha, Biden terang-terangan menyebut Putin sebagai penjahat perang yang tak bisa terus berkuasa.

"Menyebut kepala negara berdaulat sebagai penjahat perang dan diktator pembunuh tanpa alasan yang dapat dibenarkan dan dikonfirmasi...adalah penghinaan terhadap negara lain dan jelas pelanggaran kedaulatan," tulis KCNA.

"Pernyataan sembrono seperti itu hanya dapat dibuat oleh keturunan Yankee, ahli dalam agresi dan pemuliaan plot."

“Mungkin masalah itu karena dia [Biden] membaca naskah yang sudah disiapkan para pembantunya sebelumnya,” sambung KCNA. “Jika tidak, kesimpulannya bisa jadi ada masalah dalam kemampuan intelektualnya dan bahwa ucapannya yang sembrono itu hanya menunjukkan kecerobohan seorang lelaki tua dalam kepikunannya.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved