Mengejutkan, Clinton Sebut NATO Buka Pintu untuk Rusia Jadi Anggota

Minggu, 10 April 2022 - 01:27 WIB
loading...
Mengejutkan, Clinton...
Mantan presiden Amerika Serikat Bill Clinton mengatakan NATO buka pintuk untuk Rusia bergabung sebagai anggota aliansi. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton mengatakan NATO tetap membuka pintu bagi Rusia untuk bergabung sebagai anggota aliansi.

Pernyataan tersebut mengejutkan karena Rusia merupakan penerus Uni Soviet, yang merupakan musuh NATO selama Perang Dingin.

Clintonmengaku pernah membuat janji kepada mendiang presiden Boris Yeltsin, yang memerintah Rusia antara 1991-1999, dan kemudian kepada penggantinya, Presiden Vladimir Putin yang berkuasa saat ini.

Pada akhir Februari, Putin mengingat percakapannya dengan Clinton tentang NATO pada tahun 2000, tetapi versinya melukiskan gambaran yang berbeda.

Baca juga: 14 Negara Eks Soviet dan Sekutunya yang Gabung NATO, Musuh Jadi Kawan

Menurut pemimpin Rusia itu, dia bertanya kepada Clinton bagaimana tanggapan AS jika Rusia bergabung dengan blok militer pimpinan AS dan menggambarkan reaksi Clinton "agak terkendali".

Dalam sebuah wawancara dengan penyiar BBC pada tahun 2000, Putin menolak untuk mengesampingkan kemungkinan keanggotaan Rusia di aliansi NATO, tetapi jika sebagai mitra yang setara.

“Kami membiarkan pintu terbuka untuk keanggotaan Rusia di NATO, sesuatu yang saya jelaskan kepada Yeltsin dan kemudian dikonfirmasikan kepada penggantinya, Vladimir Putin,” tulis Clinton di The Atlantic, dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada hari Kamis dan dikutip Russia Today, Sabtu (9/4/2022).

Dalam opininya, Clinton membela ekspansi blok itu ke arah timur setelah runtuhnya Uni Soviet.

“Jika Rusia memilih untuk kembali ke imperialisme ultranasionalis, NATO yang diperbesar dan Uni Eropa yang berkembang akan meningkatkan keamanan benua,” tulis Clinton.

Rusia, sementara itu, telah berulang kali menyatakan bahwa mereka memandang ekspansi blok tersebut sebagai ancaman.

NATO terus mempertahankan kebijakan "pintu terbuka" dan mempertahankan bahwa itu adalah aliansi murni defensif. Moskow berpendapat bahwa tindakan blok tersebut di Yugoslavia dan Libya bertentangan dengan pernyataan aliansi.

Kremlin mengutip aspirasi Kiev untuk bergabung dengan NATO sebagai salah satu alasan untuk meluncurkan serangan militer yang sedang berlangsung di Ukraina. Rusia menuntut agar tetangganya menyatakan dirinya sebagai negara netral.

Rusia menyerang Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Kiev untuk menerapkan ketentuan Perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Rusia pada dua republik Donbass, Donetsk dan Luhansk, sebagai negara merdeka.

Perjanjian Minsk yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk mengatur status wilayah Donbass di dalam negara Ukraina.

Kiev mengatakan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik Donbass dengan paksa.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Replik, Kubu Roy Suryo...
Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved