Aksi Penembakan Kembali Terjadi di Israel, 2 Tewas di Tel Aviv

Jum'at, 08 April 2022 - 11:40 WIB
loading...
Aksi Penembakan Kembali...
Setidaknya dua orang tewas dalam aksi penembakan di sebuah bar Tel Aviv, Israel. Foto/Reuters
A A A
TEL AVIV - Setidaknya dua orang tewas dan delapan lainnya terluka dalam serangkaian penembakan di Tel Aviv tengah pada Kamis waktu setempat.

Beberapa jam setelah penembakan, tersangka pelaku yang merupakan seorang pria bersenjata masih buron. Ratusan petugas polisi Israel, unit anjing, dan pasukan khusus melakukan perburuan besar-besaran di pusat Tel Aviv, mencari gedung demi gedung melalui lingkungan pemukiman padat penduduk.

Komandan polisi Tel Aviv, Amichai Eshed, mengatakan pelaku melepaskan tembakan ke bar yang ramai sekitar pukul 9 malam waktu setempat dan kemudian melarikan diri dari tempat kejadian.



"Asumsi kerja kami adalah dia masih di sekitarnya," kata Eshed kepada wartawan.

“Sampai sekarang, ada indikasi yang menunjukkan bahwa ini adalah serangan teroris, tetapi saya harus sangat berhati-hati tentang ini dan mengatakan bahwa kami juga memeriksa petunjuk lain,” imbuhnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (8/4/2022).

Rekaman langsung dari stasiun televisi Kan Israel menunjukkan polisi membanjiri daerah itu danmengarahkan senjata merekake lantai atas sebuah gedung. Rekaman itu juga menunjukkan semacam ledakan.

Layanan darurat Magen David Adom Israel mengatakan menerima laporan tentang penembakan di "beberapa tempat" di sekitar pusat kota Tel Aviv. Setidaknya satu serangan terjadi di Dizengoff Street, jalan raya utama dan tempat nongkrong akhir pekan yang populer.

Dua dari yang terluka kemudian meninggal, The Times of Israel melaporkan, mengutip pejabat di Ichilov Medical Center. Rumah sakit itu merawat delapan orang lainnya, empat orang dalam “kondisi kritis” dan menjalani operasi.

Baca juga: Warga Israel Dihukum Mati di Uni Emirat Arab, Begini Respons Zionis

Di luar sebuah kafe di mana pecahan kaca menutupi tanah di luar pintu masuk, seorang pria menghibur seorang wanita yang duduk di kursi bar.

“Ini adalah suasana perang. Tentara dan polisi ada di mana-mana,” kata Binyamin Blum, yang bekerja di sebuah restoran dekat lokasi serangan.

Dilaporkan dari Yerusalem Barat, John Holman dari Al Jazeera mengatakan daerah di mana penembakan itu terjadi "penuh dengan bar dan kafe".

“Pasti ada beberapa orang yang keluar. Media lokal melaporkan bahwa ada dua pria bersenjata terpisah. Penembakan ini terjadi di berbagai lokasi. Tampaknya itu mirip dengan serangan, bukan penembakan kriminal,” kata Holman.

“Israel telah mengirim lebih banyak polisi, lebih banyak pasukan keamanan ke jalan-jalan, dan perdana menteri (Israel) mengatakan pada minggu lalu bahwa siapa pun yang memiliki lisensi senjata harus membawa senjata mereka. Ini adalah momen yang mereka persiapkan, terutama karena ini adalah awal bulan suci Ramadhan, yang sering membawa ketegangan di belahan dunia ini,” sambungnya.

Baca juga: Pasukan Israel Tewaskan 3 Warga Palestina dalam Baku Tembak di Tepi Barat

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett sedang memantau situasi dari markas militer Israel, yang juga di pusat kota Tel Aviv, kata kantornya.

Motif penembakan itu tidak diketahui secara jelas, tetapi ketegangan meningkat menyusul serangan baru-baru ini oleh warga Palestina yang menewaskan 11 orang di Israel.

Pada 22 Maret, empat orang Israel tewas dalam serangan penikaman di Be'er Sheva.

Lima hari kemudian, dua petugas polisi perbatasan tewas dalam serangan penembakan di Hadera. Pada tanggal 30 Maret, dua orang Israel, dua warga negara Ukraina, dan seorang polisi tewas dalam serangan penembakan di Bnei Brak.

Baca juga: Pria Bersenjata Api Bunuh 5 Orang di Pinggiran Tel Aviv

Sementara itu aksi kekerasan terakhir kali terjadi di Tel Aviv terjadi di Jalan Dizengoff pada tahun 2016 ketika dua orang tewas dan beberapa terluka dalam serangan penembakan di sebuah bar. Penyerang tewas beberapa hari kemudian setelah dia melarikan diri dari tempat kejadian.

Utusan Amerika dan Eropa untuk Israel dengan cepat mengutuk aksi penembakan itu.

Kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza memuji serangan itu tetapi tidak mengaku bertanggung jawab.

“Operasi perlawanan adalah respons alami terhadap kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina,” kata pejabat senior Hamas Mushir al-Masri kepada Al Jazeera.

Tahun lalu, protes dan bentrokan selama bulan suci Ramadhan memicu perang di Jalur Gaza selama 11 hari.

Para pemimpin Israel, Yordania serta Palestina telah mengadakan banyak pertemuan dalam beberapa pekan terakhir, dan Israel telah mengambil sejumlah langkah yang bertujuan untuk meredakan ketegangan, termasuk mengeluarkan ribuan izin kerja tambahan untuk warga Palestina dari Jalur Gaza.

Sebelum serangan itu, Israel telah mengatakan akan mengizinkan wanita, anak-anak dan pria di atas 40 tahun dari Tepi Barat yang diduduki untuk sholat di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada hari Jumat, sholat mingguan pertama di bulan Ramadhan.

Puluhan ribu orang diperkirakan akan hadir.

Baca juga: Ramadhan, Israel Izinkan Laki-laki Palestina Sholat Jumat di Masjid Al-Aqsa

Israel merebut Yerusalem timur, Tepi Barat, dan Jalur Gaza dalam perang Timur Tengah 1967. Palestina ingin ketiga wilayah itu membentuk negara masa depan mereka.

Pembicaraan damai terakhir yang serius dan substantif gagal lebih dari satu dekade lalu, dan Bennett menentang negara Palestina.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved