Hongaria Undang Putin Bertemu Pemimpin Prancis, Jerman dan Ukraina

Kamis, 07 April 2022 - 13:23 WIB
loading...
Hongaria Undang Putin...
Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/hungary today
A A A
BUDAPEST - Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban mengatakan pada Rabu (6/4/2022) bahwa dia telah mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bertemu dengan para pemimpin Prancis, Jerman dan Ukraina di Budapest.

Dia mendesak pemimpin Rusia segera mengumumkan gencatan senjata dalam konflik militer yang sedang berlangsung antara Moskow dan Kiev.

Permusuhan terbuka pecah ketika Rusia menyerang tetangganya, pada akhir Februari.

Baca juga: Biden: Sanksi akan Buat Ekonomi Rusia Mundur 15 Tahun dan Lumpuh

"Saya menyarankan kepada Presiden Putin agar dia segera mengumumkan gencatan senjata," ungkap Orban, seperti dikutip AFP.

Baca juga: Ukraina Akan Jadi Seperti Israel, Tak Mau Liberal Mirip Eropa

“Responnya positif, tapi dengan syarat,” papar dia, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Baca juga: Uni Eropa Jelaskan Mengapa Mereka Terus Mempersenjatai Ukraina

Komentar Orban muncul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Hongaria harus memilih antara Rusia dan “dunia lain.”

Ini bukan pertama kalinya Zelensky mengkritik pemimpin Hungaria atas apa yang dia lihat sebagai kurangnya dukungan dalam melawan serangan Rusia.

Pada Rabu, Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto mendesak Kiev menghentikan "penghinaan" yang diarahkan pada negaranya. “Ini bukan perang kami, jadi kami ingin dan akan menjauhinya,” tegas dia.

Moskow menyerang Ukraina menyusul kegagalan Kiev menerapkan ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan Rusia pada republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.

Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan NATO, blok militer yang dipimpin AS.

Kiev mengatakan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua wilayah dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Prajurit Angkatan Laut...
Prajurit Angkatan Laut AS Tewas Ditembak Temannya di Kapal Induk USS John F Kennedy
Rekomendasi
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved