Kekuatan Militer China Bikin Ketar-ketir, AUKUS Bakal Kembangkan Rudal Hipersonik

Rabu, 06 April 2022 - 01:11 WIB
loading...
Kekuatan Militer China...
AUKUS bakal mengembangkan rudal hipersonik. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Seorang pejabat pemerintahan Joe Biden mengatakan aliansi keamanan Amerika Serikat (AS), Inggris , dan Australia atau AUKUS berencana untuk bekerja sama untuk mengembangkan rudal hipersonik . Kerja sama ini kemungkinan akan diumumkan pada Selasa waktu setempat.

Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran AS dan sekutunya tentang meningkatnya kepercayaan diri militer China di Pasifik. Pejabat itu tidak berwenang untuk berkomentar secara terbuka dan berbicara dengan syarat anonim untuk membahas rencana tersebut seperti dilansir dari AP, Kamis (6/4/2022).

AS, Rusia, dan China semuanya berupaya mengembangkan lebih lanjut rudal hipersonik - sebuah sistem persenjataan yang sangat cepat sehingga tidak dapat dicegat oleh sistem pertahanan rudal saat ini.



Pada bulan Oktober, Jenderal AS Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan, mengkonfirmasi bahwa China telah melakukan uji coba sistem senjata hipersonik sebagai bagian dari upaya agresifnya untuk memajukan teknologi luar angkasa dan militer.

Milley menggambarkan uji coba China sebagai "peristiwa yang sangat signifikan dari uji coba sistem senjata hipersonik, dan ini sangat memprihatinkan," dalam wawancara dengan Bloomberg Television.

Rusia telah menggunakan rudal hipersonik "beberapa kali" di Ukraina, menurut komandan tertinggi AS di Eropa.

Baca juga: Waswas Nuklir China, Australia Bakal Miliki Rudal Lacak Cepat JASSM-ER

Musim gugur yang lalu, ketika para pejabat intelijen AS menjadi semakin khawatir tentang pengerahan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina, Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak produsen senjata negara itu untuk mengembangkan rudal hipersonik yang lebih canggih untuk mempertahankan keunggulan negaranya dalam teknologi militer.

Militer Rusia mengatakan bahwa sistem Avangard-nya mampu terbang 27 kali lebih cepat dari kecepatan suara dan membuat manuver tajam dalam perjalanannya ke target untuk menghindari perisai rudal musuh.

Sistem ini telah dipasang ke rudal balistik antarbenua buatan Soviet, bukan hulu ledak tipe lama, dan unit pertama yang dipersenjatai dengan Avangard mulai bertugas pada Desember 2019.

Sementara itu Kinzhal, yang dibawa oleh jet tempur MiG-31, menurut pejabat Rusia memiliki jangkauan hingga 2.000 kilometer dan terbang dengan kecepatan 10 kali kecepatan suara.

Baca juga: Sempat Bikin Cemas Australia, Kepulauan Solomon Pastikan Tak Menjadi Pangkalan Militer China

Permintaan anggaran Pentagon pada 2023 sudah mencakup USD4,7 miliar untuk penelitian dan pengembangan senjata hipersonik. Ini termasuk perencanaan yang akan memiliki baterai rudal hipersonik yang diterjunkan pada tahun depan, rudal berbasis laut pada tahun 2025 dan rudal jelajah berbasis udara pada tahun 2027.

Presiden Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada bulan September lalu mengumumkan pembentukan AUKUS, aliansi keamanan Indo-Pasifik baru yang akan memungkinkan pembagian kemampuan pertahanan yang lebih besar, termasuk membantu melengkapi Australia dengan kapal selam bertenaga nuklir.

Rencana AUKUS terbaru pertama kali dilaporkan oleh Financial Times.

Baca juga: China-Kepulauan Solomon Sepakati Pakta Keamanan Kontroversial
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Infografis
Rusia Bakal Bantu China...
Rusia Bakal Bantu China Pangkas Dominasi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved