Swedia: Warga yang Bertempur di Ukraina Bisa Jadi Ancaman Saat Pulang
Selasa, 05 April 2022 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
Terlepas dari petunjuk yang jelas, termasuk lencana, hubungan neo-Nazi batalion Azov telah dibantah keras oleh para pemimpin Ukraina dan dengan cermat dikaburkan media Barat.
Sejauh ini berbagai media Barat mendukung narasi "Tidak Ada Nazi di Ukraina".
Setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta orang-orang dari seluruh dunia untuk bergabung dalam perang melawan Rusia, satu Legiun Internasional didirikan di Ukraina dan semua tentara bayaran asing dibebaskan dari visa.
Sebelumnya pada Maret, Rusia memperingatkan tentara bayaran asing tidak akan diampuni dan melakukan serangan rudal jelajah besar-besaran di pangkalan pelatihan militer Yavorov di Ukraina barat.
Kementerian Pertahanan Rusia memperkirakan lebih dari 200 pejuang asing tewas dan lebih dari 400 orang lainnya terluka dalam serangan itu.
Setelah lebih dari sebulan pertempuran, barisan warga Barat yang secara sukarela berperang di Ukraina telah berkurang.
Beberapa warga Barat meninggalkan Ukraina dan memposting kesaksian viral secara online terkait dengan dugaan kejahatan perang Ukraina, kehadiran neo-Nazi dan bahkan jihadis di antara barisan mereka, ancaman terhadap keselamatan pribadi mereka oleh komandan Ukraina, dan menuntut agar mereka menuju ke garis depan tanpa senjata, amunisi, dan peralatan yang tepat.
Sejauh ini berbagai media Barat mendukung narasi "Tidak Ada Nazi di Ukraina".
Setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta orang-orang dari seluruh dunia untuk bergabung dalam perang melawan Rusia, satu Legiun Internasional didirikan di Ukraina dan semua tentara bayaran asing dibebaskan dari visa.
Sebelumnya pada Maret, Rusia memperingatkan tentara bayaran asing tidak akan diampuni dan melakukan serangan rudal jelajah besar-besaran di pangkalan pelatihan militer Yavorov di Ukraina barat.
Kementerian Pertahanan Rusia memperkirakan lebih dari 200 pejuang asing tewas dan lebih dari 400 orang lainnya terluka dalam serangan itu.
Setelah lebih dari sebulan pertempuran, barisan warga Barat yang secara sukarela berperang di Ukraina telah berkurang.
Beberapa warga Barat meninggalkan Ukraina dan memposting kesaksian viral secara online terkait dengan dugaan kejahatan perang Ukraina, kehadiran neo-Nazi dan bahkan jihadis di antara barisan mereka, ancaman terhadap keselamatan pribadi mereka oleh komandan Ukraina, dan menuntut agar mereka menuju ke garis depan tanpa senjata, amunisi, dan peralatan yang tepat.
(sya)
Lihat Juga :