Krisis Makin Parah, Seluruh Menteri Sri Lanka Mundur Sekaligus

Senin, 04 April 2022 - 12:43 WIB
loading...
Krisis Makin Parah,...
Demonstrasi anti-pemerintah Sri Lanka meluas ke seluruh negeri setelah krisis ekonomi semakin memburuk. Seluruh menteri di Kabinet Sri Lanka juga mengundurkan diri. Foto/REUTERS
A A A
COLOMBO - Seluruh menteri yang berjumlah 26 orang di Kabinet Sri Lanka mengundurkan diri bersamaan. Langkah itu diambil ketika krisis ekonomi di negara itu semakin parah dan memicu protes anti-pemerintah yang meluas.

Menteri Pendidikan, Dinesh Gunawardena—yang ikut ambil bagian dalam pengunduran diri massal—mengatakan seluruh menteri memilih meletakkan jabatan setelah melakukan pertemuan larut malam pada hari Minggu.

Baca juga: Listrik Padam 13 Jam Tiap Hari, Rakyat Marah dan Coba Serbu Rumah Presiden Sri Lanka

Kabinet Sri Lanka kini hanya tersisa Presiden Gotabaya Rajapaksa dan kakak laki-lakinya; Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa.

“Semua menteri mengajukan surat pengunduran diri agar presiden dapat membentuk kabinet baru,” kata Gunawardena, seperti dikutip AFP, Senin (4/4/2022).

Tiga anggota dari keluarga Rajapaksa yang berkuasa termasuk di antara mereka yang mengundurkan diri di tengah meningkatnya kemarahan publik terhadap kekurangan akut makanan, bahan bakar dan obat-obatan yang melanda negara Asia Selatan berpenduduk 22 juta jiwa itu.

Adik Rajapaksa yang termuda, menteri keuangan Basil, dan sulung mereka, Chamal, yang memegang portofolio pertanian, dan kerabat keluarga Namal, menteri olahraga, semuanya mengundurkan diri.

Langkah itu dilakukan setelah ribuan orang menentang jam malam pada hari Minggu untuk protes di seluruh negeri menuntut penggulingan keluarga Rajapaksa, yang kembali berkuasa pada November 2019.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Krisis Militer Inggris,...
Krisis Militer Inggris, 15.000 Tentara Inggris Pilih Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved