Heboh, Pria Ini Disuntik Vaksin COVID-19 Sebanyak 90 Kali

Senin, 04 April 2022 - 11:10 WIB
loading...
Heboh, Pria Ini Disuntik...
Pria Jerman mendapat suntikan vaksin anti-COVID-19 sebanyak 90 kali dan menjual sertifikat vaksinasi kepada orang-orang yang tak ingin divaksin. Foto/REUTERS/Ilustrasi
A A A
BERLIN - Seorang pria berusia 60 tahun telah mendapat suntikan vaksin pencegahan COVID-19 hingga 90 kali. Dia kemudian menjual sertifikat vaksinasi kepada orang-orang yang tidak ingin divaksinasi.

Sertifikat yang dia jual dianggap palsu meski dengan nomor batch vaksin asli.

Menurut kantor berita DPA, Senin (4/4/2022), pria asal Magdeburg, Jerman timur, yang namanya tidak dirilis sesuai dengan aturan privasi setempat, telah menerima hingga 90 suntikan anti-COVID-19 di pusat vaksinasi di negara bagian timur Saxony selama berbulan-bulan. Dia akhirnya ditangkap polisi pada bulan ini.

Laporan lain menyebut dia mendapatkan 86 suntikan.

Baca juga: Terancam Rusia, Polandia Siap Jadi Markas Bom Nuklir AS

Pria itu tidak ditahan, tetapi sedang diselidiki karena penerbitan sertifikat vaksinasi dan pemalsuan dokumen yang tidak sah.

Dia ditangkap di pusat vaksinasi di Eilenburg di Saxony ketika dia muncul guna mendapatkan suntikan vaksin anti-COVID-19 untuk hari kedua berturut-turut.

Polisi menyita beberapa kartu vaksinasi kosong darinya dan memulai proses pidana.

Tidak segera jelas apa dampak sekitar 90 suntikan vaksin, yang berasal dari berbagai merek, terhadap kesehatan pribadi pria itu.

Polisi Jerman telah melakukan banyak penggerebekan sehubungan dengan pemalsuan paspor vaksinasi dalam beberapa bulan terakhir.
Banyak orang Jerman menolak disuntik vaksin anti-COVID-19, tetapi pada saat yang sama ingin memiliki paspor COVID-19 yang didambakan yang membuat akses ke kehidupan publik dan tempat-tempat seperti restoran, teater, kolam renang, atau tempat kerja menjadi lebih mudah.

Jerman telah melihat angka infeksi yang tinggi selama berminggu-minggu, namun banyak langkah untuk mengendalikan pandemi berakhir pada hari Jumat.

Mengenakan masker tidak lagi wajib di toko kelontong dan sebagian besar teater tetapi masih wajib di transportasi umum.

Di sebagian besar sekolah, siswa juga tidak lagi harus memakai masker, yang menyebabkan asosiasi guru memperingatkan kemungkinan konflik di kelas.

“Sekarang ada bahaya bahwa, di satu sisi, anak-anak yang memakai masker akan diejek oleh teman sekelasnya sebagai pengecut dan terlalu protektif, atau di sisi lain, tekanan akan diberikan pada non-pemakai masker,” kata Heinz-Peter Meidinger, pejabat dari Asosiasi Guru Jerman, kepada DPA.

Dia menganjurkan komitmen sukarela oleh guru dan siswa untuk terus mengenakan masker di kelas dan di halaman sekolah, setidaknya sampai negara itu memasuki liburan Paskah dua minggu.

Pakar kesehatan mengatakan lonjakan infeksi terbaru di Jerman—dipicu oleh subvarian BA.2 omicron—mungkin telah mencapai puncaknya.

Pada hari Minggu, badan pengendalian penyakit negara itu melaporkan 74.053 infeksi COVID-19 baru dalam satu hari, sementara kurang dari seminggu yang lalu melaporkan 111.224 infeksi harian.

Secara keseluruhan, Jerman telah mencatat 130.029 kematian akibat COVID-19.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Cerita Bunda Corla Kehilangan...
Cerita Bunda Corla Kehilangan Pekerjaan di Jerman, Ketahuan Liburan saat Cuti Sakit
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Pesawat Militer India...
Pesawat Militer India Jatuh Tewaskan 5 Prajurit AU, Kopilot Selamat
Rekomendasi
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Ayyoub Bouaddi Moncer...
Ayyoub Bouaddi Moncer di Debut Piala Dunia, Gelandang 18 Tahun Maroko Berhasil Redam Brasil
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Berita Terkini
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melonjak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved