Batalkan Uji Rudal Nuklir Minuteman III, AS Bantah Takut Rusia

Senin, 04 April 2022 - 10:03 WIB
loading...
Batalkan Uji Rudal Nuklir...
Pentagon bela keputusannya membatalkan uji rudal balistik antarbenua Minuteman III AS yang bisa membawa hulu ledak nuklir. Namun, Pentagon membantah itu sebagai bentuk ketakutan pada Rusia. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Pentagon membela keputusannya untuk membatalkan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III Amerika Serikat (AS) yang bisa membawa hulu ledak nuklir.

Namun Pentagon membantah keputusan itu dianggap sebagai bentuk ketakutan pemerintah Joe Biden terhadap Rusia .

Menurut Pentagon akan ceroboh untuk mengabaikan risiko meningkatnya krisis Ukraina, di mana senjata nuklir Rusia dalam posisi siaga tinggi.

“Kami mencoba membantu Ukraina mempertahankan diri; kami akan memastikan NATO dapat mempertahankan diri," kata juru bicara Pentagon John Kirby kepada Fox News, yang dilansir Senin (4/4/2022).

“Tapi kami juga harus sadar bahwa Rusia adalah kekuatan nuklir. Dan saat kami membuat keputusan ini, tidak bertanggung jawab jika kami tidak berpikir untuk memastikan kami tidak meningkatkan konflik ini lebih besar dari yang sudah ada," ujar Kirby.

Tes senjata yang dimaksud melibatkan rudal LGM-30G Minuteman III, ICBM yang dipasang di silo yang dapat membawa banyak hulu ledak nuklir.

Baca juga: Nuklir Rusia Siaga Tinggi, AS Batalkan Uji Rudal Antarbenua Minuteman III

Peluncuran itu telah ditunda sebulan yang lalu, tak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan nuklir negaranya untuk berada dalam posisi siaga tinggi atau “rezim khusus tugas tempur.”

Kendati demikian, Kirby menolak anggapan para kritikus bahwa Presiden Joe Biden takut pada Putin. “Biden tidak lain adalah langsung dengan Presiden Putin,” katanya.

“Tidak ada rasa takut di sini. Presiden Biden melihat Presiden Putin dengan tepat apa adanya dan jenis pemimpin seperti apa dia dan jenis agresi tak beralasan yang dia lakukan di dalam Ukraina.”

Juru bicara Pentagon itu mencatat bahwa pemerintahan Biden telah mendukung sayap timur NATO, termasuk pesawat dan pasukan tambahan yang telah dikerahkan hanya dalam seminggu terakhir.

Adapun peluncuran ICBM Minuteman III, Kirby mengatakan tes lain tetap sesuai jadwal untuk akhir tahun ini.

“Kami yakin dengan kemampuan kami dalam hal kemampuan rudal balistik–bahwa mereka masih siap, bahwa mereka masih sehat,” kata Kirby.

“Tes ini hanyalah salah satu dari sekian banyak yang akan dilakukan dan telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Jadi kami yakin dengan kemampuan itu.”

Ketika tes ditunda bulan lalu, Kirby mengatakan: "Keputusan ini adalah upaya untuk menunjukkan bahwa kami tidak berniat terlibat dalam tindakan apa pun yang dapat disalahpahami atau disalahartikan."

Pentagon juga mengkritik keputusan Putin untuk menempatkan pasukan nuklir Rusia dalam siaga tinggi, menyebutnya berbahaya, tidak bertanggung jawab dan tidak perlu.

Putin telah mengatakan bahwa "pernyataan agresif" oleh NATO dan kampanye sanksi Barat terhadap Rusia membuat kesiapan nuklir yang tinggi diperlukan.

Minuteman III pertama kali digunakan pada tahun 1970 dan pada awalnya dimaksudkan untuk beroperasi selama sekitar 10 tahun.
Pengujian penggantinya, rudal Ground-Based Strategic Deterrent (GBSD), dijadwalkan akan dimulai pada akhir tahun 2023.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved