Italia Siap Jamin Status Netral Ukraina untuk Akhiri Konflik dengan Rusia

Minggu, 03 April 2022 - 06:01 WIB
loading...
Italia Siap Jamin Status...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia Luigi Di Maio. Foto/REUTERS
A A A
ROMA - Italia secara aktif berusaha menengahi perdamaian di Ukraina dan bersedia menjadi penjamin status netral negara itu. Pernyataan itu diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia Luigi Di Maio pada Sabtu (2/4/2022).

Diplomat itu membuat pernyataan ini setelah bertemu Menlu Azerbaijan Jeyhun Bayramov di Baku.

“Italia bekerja tanpa henti untuk mengakhiri konflik ini melalui sanksi dan tanpa pernah melepaskan saluran diplomatik. Kelanjutan negosiasi antara para pihak dan gencatan senjata kemanusiaan adalah prioritas,” papar Di Maio.

Baca juga: Jerman Setuju Kirim Tank Kuno Era 1960-an ke Ukraina

Dia mengakui “kemajuan” dibuat selama pembicaraan Rusia-Ukraina di Turki awal pekan ini.

Baca juga: Pekerja Kereta Api Yunani Ogah Angkut Tank NATO Menuju Ukraina

“Roma pada akhirnya siap menjadi penjamin status netral potensial Ukraina, yang akan membuat negara itu menghindari penyelarasan dengan blok militer mana pun,” ujar Di Maio.

Baca juga: New York Times: AS Bantu Ukraina Dapatkan Lebih Banyak Tank

Menetapkan status seperti itu dan memastikan Kiev tidak pernah bergabung dengan aliansi militer NATO yang dipimpin AS telah menjadi salah satu tuntutan utama yang diajukan Moskow.

Pemerintah Italia bersedia berkontribusi dalam proses perdamaian dan menjamin netralitas Ukraina.

Moskow melancarkan serangan besar-besaran terhadap negara tetangganya pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014.

Rusia akhirnya mengakui kemerdekaan republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.

Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan NATO.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan. Ukraina telah membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved