NATO: Pasukan Rusia Tidak Mundur, Tetapi Berkumpul Kembali di Ukraina

Jum'at, 01 April 2022 - 00:21 WIB
loading...
NATO: Pasukan Rusia...
NATO: Pasukan Rusia Tidak Mundur, Tetapi Berkumpul Kembali di Ukraina. FOTO/Reuters
A A A
BRUSSELS - Pasukan Rusia di Ukraina tidak mundur tetapi berkumpul kembali, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan pada Kamis (31/3/2022), mengomentari pengumuman Moskow tentang pengurangan operasi militer di sekitar Kiev.

Stoltenberg juga mengatakan, NATO belum yakin bahwa Rusia sedang bernegosiasi dengan itikad baik dalam pembicaraan damai di Istanbul. Sebab, tujuan militer Moskow sejak meluncurkan invasi ke Ukraina tidak berubah.

Baca: Rusia Tidak Terima Jika NATO Punya Pangkalan di Asia Tengah

"Menurut intelijen kami, unit-unit Rusia tidak mundur tetapi memposisikan ulang. Rusia sedang mencoba untuk berkumpul kembali, memasok dan memperkuat serangannya di wilayah Donbas," kata Stoltenberg kepada wartawan di Brussels.

Sementara itu, Moskow mengatakan, saat ini pasukan Rusia fokus pada "pembebasan" wilayah Donbas - dua provinsi tenggara yang sebagian dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia sejak 2014.

"Pada saat yang sama, Rusia mempertahankan tekanan pada Kiev dan kota-kota lain. Jadi, kita bisa mengharapkan tindakan ofensif tambahan, membawa lebih banyak penderitaan," tambahnya.

Baca: Ukraina Dilaporkan Kirim Daftar Permintaan Senjata ke AS

"Kami tidak memiliki perubahan nyata dalam tujuan Rusia yang sebenarnya, mereka terus mengejar hasil militer," kata Stoltenberg. Dia juga mengatakan, sekutu NATO akan terus memberikan senjata ke Ukraina selama diperlukan.

Rusia mengatakan pihaknya meluncurkan "operasi militer khusus" untuk melucuti senjata dan "mendenazifikasi" tetangganya, dan bahwa misi itu akan direncanakan.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, setiap kehadiran militer NATO di Asia Tengah akan merusak keamanan blok pimpinan Moskow di wilayah tersebut. Menteri Luar Negeri Rusia itu membuat komentarnya pada pertemuan puncak bertema Afghanistan di Tunxi, China.

Baca: Intel AS Sebut Putin Disesatkan Militer Rusia, Ini Kata Kremlin

"Kami percaya keberadaan infrastruktur AS dan NATO tidak dapat diterima, atau pembantu Afghanistan mereka, di wilayah negara-negara tetangga, terutama di Asia Tengah,” kata Lavrov.

"Rencana seperti itu bertentangan dengan kepentingan keamanan negara kami,” ia menambahkan seperti dilansir dari Russia Today, Kamis (31/3/2022) Dia menambahkan bahwa keberadaan situs militer Barat akan bertentangan dengan kepentingan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), sebuah blok regional yang dipimpin Rusia.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved