Militer Israel Terkejut Lihat Perang Rusia di Ukraina
Rabu, 30 Maret 2022 - 02:42 WIB
loading...
A
A
A
Sebagian karena cuaca buruk dan visibilitas yang buruk, pesawat dan helikopter Rusia harus terbang rendah ke tanah untuk menjatuhkan amunisi mereka, menempatkan mereka pada risiko terkena sistem anti-pesawat atau bahkan rudal anti-tank berpemandu (ATGM) yang digunakan secara massal oleh tentara Kyiv.
Sebulan memasuki konflik, IDF terkejut bahwa udara di atas Ukraina masih diperebutkan.
Meskipun jauh mengalahkan Angkatan Udara Ukraina bahkan sebelum perang, Moskow belum secara total memperoleh superioritas udara apa pun, di mana pilot-pilot Ukraina masih terbang beberapa kali sehari melawan musuh mereka.
Tentara Moskow juga hanya melengkapi sejumlah kecil tank dengan sistem pertahanan aktif atau bahkan sistem pertahanan pasif yang membuat mereka menjadi sasaran ATGM.
Meskipun Rusia telah mengklaim telah menggunakan senjata hipersonik Kinzal untuk melawan target dalam perang di Ukraina, militer Israel meragukan bahwa video rudal yang terlihat seminggu yang lalu benar-benar direkam selama pertempuran.
Amerika Serikat juga mempertanyakan penggunaan Kinzal yang dilaporkan, di mana seorang pejabat senior pertahanan mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa meskipun mereka tidak dapat membantah klaim Rusia tersebut, mereka juga tidak dapat mengonfirmasinya.
“Ini sedikit menggaruk kepala, jujur dengan Anda karena tidak begitu jelas mengapa, jika itu benar, mengapa Anda membutuhkan rudal hipersonik yang ditembakkan dari jarak yang tidak terlalu jauh untuk menghantam sebuah gedung? Bisa jadi mereka kehabisan amunisi presisi berpemandu dan merasa perlu memanfaatkan sumber daya itu,” perwira senior IDF, yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dikutip Jerusalem Post, Rabu (30/3/2022).
Sebulan memasuki konflik, IDF terkejut bahwa udara di atas Ukraina masih diperebutkan.
Meskipun jauh mengalahkan Angkatan Udara Ukraina bahkan sebelum perang, Moskow belum secara total memperoleh superioritas udara apa pun, di mana pilot-pilot Ukraina masih terbang beberapa kali sehari melawan musuh mereka.
Tentara Moskow juga hanya melengkapi sejumlah kecil tank dengan sistem pertahanan aktif atau bahkan sistem pertahanan pasif yang membuat mereka menjadi sasaran ATGM.
Meskipun Rusia telah mengklaim telah menggunakan senjata hipersonik Kinzal untuk melawan target dalam perang di Ukraina, militer Israel meragukan bahwa video rudal yang terlihat seminggu yang lalu benar-benar direkam selama pertempuran.
Amerika Serikat juga mempertanyakan penggunaan Kinzal yang dilaporkan, di mana seorang pejabat senior pertahanan mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa meskipun mereka tidak dapat membantah klaim Rusia tersebut, mereka juga tidak dapat mengonfirmasinya.
“Ini sedikit menggaruk kepala, jujur dengan Anda karena tidak begitu jelas mengapa, jika itu benar, mengapa Anda membutuhkan rudal hipersonik yang ditembakkan dari jarak yang tidak terlalu jauh untuk menghantam sebuah gedung? Bisa jadi mereka kehabisan amunisi presisi berpemandu dan merasa perlu memanfaatkan sumber daya itu,” perwira senior IDF, yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dikutip Jerusalem Post, Rabu (30/3/2022).
Lihat Juga :