Putin Akhirnya Kesampingkan Opsi Rusia Mengebom Nuklir Ukraina
Rabu, 30 Maret 2022 - 00:28 WIB
loading...
A
A
A
Komentar Peskov itu muncul seminggu setelah di CNN dia berulang kali menolak untuk mengesampingkan bahwa Rusia akan mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir terhadap "ancaman eksistensial".
Dalam wawancara dengan PBS, Peskov diminta untuk mengklarifikasi komentar dari mantan presiden Dmitry Medvedev, yang telah membuat daftar skenario di mana Rusia berhak menggunakan senjata nuklir jika menghadapi ancaman eksistensial.
Rusia memiliki sekitar 6.000 hulu ledak nuklir dan Medvedev mengatakan doktrin nuklir negaranya tidak mengharuskan musuh untuk menggunakan senjata tersebut terlebih dahulu.
Kata-kata Medvedev mengikuti perintah Presiden Vladimir Putin bahwa senjata nuklirnya harus ditempatkan dalam posisi siaga tinggi menyusul invasi ke Ukraina yang dia perintahkan pada 24 Februari.
Pekan lalu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengutuk retorika "perang nuklir" Rusia.
Peskov, dalam wawancara tersebut, mengatakan Rusia tidak ragu akan mencapai semua tujuan dari operasi militer khusus di Ukraina."Tetapi setiap hasil dari operasi, tentu saja, bukan alasan untuk penggunaan senjata nuklir," ujarnya.
“Kami memiliki konsep keamanan yang sangat jelas menyatakan bahwa hanya ketika ada ancaman bagi eksistensi terhadap negara kami,” kata Peskov, “kami dapat menggunakan dan kami akan benar-benar menggunakan senjata nuklir untuk menghilangkan ancaman tersebut."
Dalam wawancara dengan PBS, Peskov diminta untuk mengklarifikasi komentar dari mantan presiden Dmitry Medvedev, yang telah membuat daftar skenario di mana Rusia berhak menggunakan senjata nuklir jika menghadapi ancaman eksistensial.
Rusia memiliki sekitar 6.000 hulu ledak nuklir dan Medvedev mengatakan doktrin nuklir negaranya tidak mengharuskan musuh untuk menggunakan senjata tersebut terlebih dahulu.
Kata-kata Medvedev mengikuti perintah Presiden Vladimir Putin bahwa senjata nuklirnya harus ditempatkan dalam posisi siaga tinggi menyusul invasi ke Ukraina yang dia perintahkan pada 24 Februari.
Pekan lalu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengutuk retorika "perang nuklir" Rusia.
Peskov, dalam wawancara tersebut, mengatakan Rusia tidak ragu akan mencapai semua tujuan dari operasi militer khusus di Ukraina."Tetapi setiap hasil dari operasi, tentu saja, bukan alasan untuk penggunaan senjata nuklir," ujarnya.
“Kami memiliki konsep keamanan yang sangat jelas menyatakan bahwa hanya ketika ada ancaman bagi eksistensi terhadap negara kami,” kata Peskov, “kami dapat menggunakan dan kami akan benar-benar menggunakan senjata nuklir untuk menghilangkan ancaman tersebut."
Lihat Juga :