Kisah Valentin Voyno-Yasenetsky, Peraih Penghargaan Stalin
Selasa, 29 Maret 2022 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
Setelah itu, ia mulai bekerja di rumah sakit militer. Kemudian pada awal 1940-an, Uskup Luke menjadi konsultan semua rumah sakit di Krasnoyarsk Krai.
Ia meminta kepada pihak berwenang untuk mengirimnya ke garis depan selama Perang Dunia II. Namun sayangnya ia ditinggalkan di pengasingan.
Pada 1946, Uskup Luke alias Valentin Voyno menjadi satu-satunya imam yang dianugerahi penghargaan sipil tertinggi di Uni Soviet, Stalin Prize.
Penghargaan tersebut diberikan atas karyanya berjudul “Essays on Purulent Surgery”.
Usai menerima penghargaan, ia diminta melayani keuskupan Simferopol di Krimea. Pada 1955, ia mengalami kebutaan sehingga tidak dapat lagi melakukan operasi.
Meskipun begitu, ia terus berkhutbah. Valentin Voyno meninggal pada 1961.
Ia meminta kepada pihak berwenang untuk mengirimnya ke garis depan selama Perang Dunia II. Namun sayangnya ia ditinggalkan di pengasingan.
Pada 1946, Uskup Luke alias Valentin Voyno menjadi satu-satunya imam yang dianugerahi penghargaan sipil tertinggi di Uni Soviet, Stalin Prize.
Penghargaan tersebut diberikan atas karyanya berjudul “Essays on Purulent Surgery”.
Usai menerima penghargaan, ia diminta melayani keuskupan Simferopol di Krimea. Pada 1955, ia mengalami kebutaan sehingga tidak dapat lagi melakukan operasi.
Meskipun begitu, ia terus berkhutbah. Valentin Voyno meninggal pada 1961.
(sya)
Lihat Juga :