Kisah Valentin Voyno-Yasenetsky, Peraih Penghargaan Stalin

Selasa, 29 Maret 2022 - 13:58 WIB
loading...
Kisah Valentin Voyno-Yasenetsky,...
Valentin Voyno-Yasenetsky berprofesi sebagai dokter lalu menjadi uskup. Foto/russia beyond
A A A
KIEV - Valentin Voyno-Yasenetsky lahir di Kerch, Krimea pada 27 April 1877. Sejak kecil ia sudah tertarik pada dunia lukis hingga menggambar.

Namun akhirnya ia memilih dunia kedokteran untuk memberi manfaat bagi sesama. Voyno pun memutuskan masuk ke Universitas Kiev di Fakultas Kedokteran.

Selama kuliah di Fakultas Kedokteran, ia tertarik dengan bidang anatomi.

Baca juga: Biden Usulkan Anggaran Militer AS Terbesar Sepanjang Sejarah, Rp11.677 Triliun

Setelah lulus, pada 1904 ia bertugas sebagai dokter Palang Merah pada Perang Rusia Jepang. Saat itu, Voyno melakukan operasi pada tentara yang terluka.

Baca juga: Roman Abramovich Buta Berjam-jam setelah Makan Coklat Beracun saat Negosiasi

Ia bertemu dengan perempuan yang kemudian menjadi istrinya, Anna Vasilievna. Pernikahan mereka dikaruniai empat orang anak.

Baca juga: 2 Negosiator Ukraina dan Miliarder Rusia Abramovich Diduga Diracun

Pada 1910, keluarga Voyno pindah ke Kota Pereslavl-Zalessky. Voyno memutuskan untuk belajar bedah purulen.

Kemudian pada 1917, terjadi ketidakstabilan politik hingga pengkhianatan. Ditambah lagi, sang istri menderita TBC. Voyno bersama keluarganya lalu memutuskan pindah ke Kota Tashkent.

Ketika di Tashkent, ia terjebak dalam Perang Saudara dan Revolusi 1917. Selama Perang Saudara, ia mendedikasikan seluruh kemampuannya untuk membantu menyembuhkan orang-orang yang terdampak, dengan melakukan operasi setiap hari.

Di waktu bersamaan, kondisi sang istri terus menurun hingga akhirnya meninggal pada 1918.

Usai meninggalnya sang istri, Voyno aktif dalam kegiatan gereja. Para uskup gereja pun menyarankannya untuk menjadi seorang imam dan ia menyetujuinya.

Pada 1923, Pastor Valentin Voyno menganti namanya menjadi Luke dan mengambil pangkat uskup. Ia ditawari menjadi Kepala Keuskupan Gereja Tashkent.

Ketika itu, orang suci ditangkap serta dipenjarakan. Tak terkecuali, Uskup Luke. Pihak berwenang mengasingkan uskup Luke ke Siberia selama dua tahun.

Uskup Luke menerbitkan karya berjudul “Essays on Purulent Surgery”, pada 1934. Karya tersebut menjadi ensiklopedia di bidang bedah.

Terlebih, ia menceritakan banyak kasus nyata dari praktik medis yang dilakukannya sendiri.

Tahun 1937, terjadi peristiwa The Great Purge atau pembersihan besar-besaran oleh Stalin. Uskup Luke kembali ditangkap dan dijatuhi hukuman berupa pengasingan di Siberia pada 1939.

Setelah itu, ia mulai bekerja di rumah sakit militer. Kemudian pada awal 1940-an, Uskup Luke menjadi konsultan semua rumah sakit di Krasnoyarsk Krai.

Ia meminta kepada pihak berwenang untuk mengirimnya ke garis depan selama Perang Dunia II. Namun sayangnya ia ditinggalkan di pengasingan.

Pada 1946, Uskup Luke alias Valentin Voyno menjadi satu-satunya imam yang dianugerahi penghargaan sipil tertinggi di Uni Soviet, Stalin Prize.

Penghargaan tersebut diberikan atas karyanya berjudul “Essays on Purulent Surgery”.

Usai menerima penghargaan, ia diminta melayani keuskupan Simferopol di Krimea. Pada 1955, ia mengalami kebutaan sehingga tidak dapat lagi melakukan operasi.

Meskipun begitu, ia terus berkhutbah. Valentin Voyno meninggal pada 1961.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved