Australia Anggap Pakta Keamanan Kepulauan Solomon-China Picu Militerisasi Pasifik

Senin, 28 Maret 2022 - 14:49 WIB
loading...
Australia Anggap Pakta...
Anak-anak bermain di pantai Honiara, ibu kota Kepulauan Solomon. Foto/REUTERS
A A A
CANBERRA - Kepulauan Solomon merencanakan kesepakatan dengan China yang mencakup pengerahan "polisi, polisi bersenjata, personel militer, dan penegak hukum serta angkatan bersenjata China" ke negara Pasifik itu.

Australia dan Selandia Baru menyatakan kekhawatiran serius terhadap kesepakatan itu. Keduanya menganggap perjanjian ini akan mengarah pada militerisasi wilayah tersebut.

Australia telah membantah pihaknya terkejut dengan bocornya perjanjian pangkalan Angkatan Laut Kepulauan Solomon dan China pekan lalu.

Baca juga: Ukraina Serukan Georgia Buka Front Kedua Serang Rusia

"Laporan yang kami lihat bukanlah kejutan bagi kami dan merupakan pengingat akan tekanan dan ancaman terus-menerus yang hadir di kawasan kami terhadap keamanan nasional kami sendiri," ungkap Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Senin (28/3/2022), dilansir Sputnik.

Baca juga: Bomber B-1B AS, Pesawat yang Dibangun untuk Mengebom Nuklir Rusia

Wakil Perdana Menteri Australia Barnaby Joyce mengamati kehadiran Angkatan Laut Beijing di Kepulauan Solomon dimaksudkan untuk "mengintimidasi" Australia atau "membatasi kapasitas pergerakan kita."

Baca juga: Viral, Pasukan Ukraina Siksa Tentara Rusia yang Jadi Tawanan Perang

"Kami terlibat (dengan negara-negara Kepulauan Pasifik) karena kami tidak buta terhadap taktik pihak lain yang sedang melalui proses mencoba membatasi kapasitas pergerakan kami dan mengintimidasi kami," ujar Joyce.

Australia dan Selandia Baru telah mempertanyakan tujuan pangkalan militer yang akan berjarak kurang dari 2000 km dari pantai Australia itu.

Kedua negara mencatat bahwa pangkalan itu bertindak sebagai potensi militerisasi wilayah tersebut.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan kesepakatan yang dirundingkan Kepulauan Solomon dan China "sangat mengkhawatirkan" bagi negaranya.

Sementara itu, Australia telah mulai melobi negara-negara Kepulauan Pasifik terhadap rancangan perjanjian tersebut.

PM Australia Morrison berbicara dengan rekan-rekannya di PM Papua Nugini James Marape dan PM Fiji Frank Bainimarama.

Australia telah merencanakan beberapa interaksi lagi di berbagai tingkatan di wilayah tersebut.

Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare, yang mengalihkan hubungan diplomatik dari Taiwan ke China pada 2019, dijadwalkan membuat pernyataan publik di parlemen tentang perjanjian keamanan dengan China pada Selasa pagi.

Laporan pangkalan militer pertama China di Pasifik datang ketika Australia memperluas anggaran militernya.

Australia juga menyelesaikan pengaturan keamanan trilateral bernama AUKUS dengan Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Sesuai AUKUS, Australia akan menerima teknologi dari AS dan Inggris untuk membangun kapal selam nuklir selain beberapa rudal dan perangkat keras militer.

AUKUS ditentang keras Beijing, yang menuduh Washington melakukan militerisasi kawasan Asia-Pasifik.

Pada Februari, AS mengumumkan pembukaan Kedutaan Besar di Kepulauan Solomon setelah memperhitungkan bahwa China ingin menciptakan hubungan militer di pulau-pulau Pasifik.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Danone Indonesia Dorong...
Danone Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Berita Terkini
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved