Serang Depot Minyak Arab Saudi, Houthi Panen Kecaman
Sabtu, 26 Maret 2022 - 16:39 WIB
loading...
A
A
A
“Menjelang bulan suci Ramadhan, Houthi melanjutkan perilaku destruktif mereka. Yaman membutuhkan pihak-pihak untuk menghentikan permusuhan, dan membutuhkan bantuan,” kata Blinken, juga dalam sebuah posting media sosial.
“Kami akan terus bekerja dengan mitra Saudi kami untuk memperkuat pertahanan mereka sambil juga berusaha memajukan penyelesaian konflik yang tahan lama, meningkatkan kehidupan, dan menciptakan ruang bagi warga Yaman untuk menentukan masa depan mereka sendiri secara kolektif,” bunyi pernyataan dari Departemen Luar Negeri AS yang dibagikan kepada media.
Baca juga: Houthi Yaman Akui Luncurkan Serangan Rudal Dahsyat ke Depot Minyak Jeddah Arab Saudi
Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, mengutuk serangan itu dan menyebut serangan itu "jelas dimungkinkan oleh Iran" meskipun ada embargo senjata PBB yang sedang berlangsung, menurut Associated Press.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk AS, Putri Reema binti Bandar al-Saud, meminta masyarakat internasional untuk mengambil posisi yang lebih kuat.
“Teroris Houthi yang didukung Iran terus menyerang warga sipil, infrastruktur, dan fasilitas energi kami dengan rudal buatan Iran dan UAV dengan impunitas. Komunitas internasional harus bertindak melawan agresi yang menargetkan warga sipil tak berdosa dan pasokan energi global ini,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Perwakilan pemerintah dari Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, Prancis, Jerman, Irak, Bosnia, Mesir, Sudan dan negara-negara lain juga mengutuk serangan itu dalam berbagai pernyataan resmi.
“Kami akan terus bekerja dengan mitra Saudi kami untuk memperkuat pertahanan mereka sambil juga berusaha memajukan penyelesaian konflik yang tahan lama, meningkatkan kehidupan, dan menciptakan ruang bagi warga Yaman untuk menentukan masa depan mereka sendiri secara kolektif,” bunyi pernyataan dari Departemen Luar Negeri AS yang dibagikan kepada media.
Baca juga: Houthi Yaman Akui Luncurkan Serangan Rudal Dahsyat ke Depot Minyak Jeddah Arab Saudi
Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, mengutuk serangan itu dan menyebut serangan itu "jelas dimungkinkan oleh Iran" meskipun ada embargo senjata PBB yang sedang berlangsung, menurut Associated Press.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk AS, Putri Reema binti Bandar al-Saud, meminta masyarakat internasional untuk mengambil posisi yang lebih kuat.
“Teroris Houthi yang didukung Iran terus menyerang warga sipil, infrastruktur, dan fasilitas energi kami dengan rudal buatan Iran dan UAV dengan impunitas. Komunitas internasional harus bertindak melawan agresi yang menargetkan warga sipil tak berdosa dan pasokan energi global ini,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Perwakilan pemerintah dari Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, Prancis, Jerman, Irak, Bosnia, Mesir, Sudan dan negara-negara lain juga mengutuk serangan itu dalam berbagai pernyataan resmi.
Lihat Juga :