Alasan Rusia Tidak Bergabung dengan NATO

Sabtu, 26 Maret 2022 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Secara logika, Ukraina yang masih berada di wilayah Eropa seharusnya bisa bergabung dengan NATO. Namun, hal ini justru ditentang Rusia.

Yang juga menarik untuk diketahui, mengapa Rusia sama sekali tidak ingin bergabung dengan NATO, padahal negara tersebut juga berada di Benua Eropa?

Laman the Moscow Time mengungkap beberapa alasan Negeri Beruang Merah itu enggan melaju bersama NATO.

Seperti yang diketahui, NATO yang dinahkodai Amerika Serikat itu mengharuskan negara-negara anggotanya untuk bersikap demokratis terhadap angkatan bersenjata masing-masing negara anggota.

Masyarakat sipil juga bisa ikut mengendalikan eksistensi militer negaranya. Hal itu, bagi Rusia, sangat dilarang. Kontrol sipil atas militer Rusia tidak dibenarkan Putin dan bertentangan dengan prinsipnya.

Selama dirinya masih memimpin (meskipun sudah digantikan dengan orang lain), Rusia tidak akan membiarkan pihak sipil mengatur militernya.

Alasan lainnya, Rusia tidak ingin membagikan rahasia militernya kepada NATO. Khususnya, mengenai senjata nuklirnya.

Negara pecahan Uni Soviet ini dikenal memiliki senjata-senjata militer yang sangat apik dengan teknologi tinggi. Sebut saja hulu ledak nuklir, Tsar Bomba, dan rudal jelajah Kalibr.

NATO sendiri menerapkan prinsip transparansi kerja sama, yang notabene dihindari oleh Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Aksi Nekat Melamar di...
Aksi Nekat Melamar di Puncak Gedung Empire State, Pasangan Rusia Ditangkap
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
Berita Terkini
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved