Rusia: Dana Investasi Hunter Biden Terkait Pembiayaan Biolab Berbahaya di Ukraina

Kamis, 24 Maret 2022 - 21:01 WIB
loading...
Rusia: Dana Investasi...
Rusia mengungkap peta lokasi biolab di Ukraina yang dilaporkan didanai Pentagon. Foto/kemhan rusia
A A A
MOSKOW - Dalam beberapa pekan terakhir, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia telah mengupas lapisan-lapisan informasi tentang 30 biolab Ukraina yang didanai Pentagon.

Biolab itu diduga terlibat dalam penelitian berbahaya dan ilegal terhadap patogen mematikan.

Pejabat dan media Amerika Serikat (AS) pada awalnya membantah laboratorium semacam itu ada, tetapi seorang pejabat senior administrasi kemudian mengkonfirmasi keberadaan biolab itu.

Baca juga: Artileri dari Ukraina Meledak di Wilayah Rusia, Keadaan Darurat Diterapkan

“Satu perusahaan investasi yang terhubung dengan putra Presiden AS Joe Biden, Hunter Biden, telah terlibat dalam pembiayaan program biologi militer Pentagon di Ukraina,” ungkap Kepala Pasukan Pertahanan Radiasi, Kimia dan Biologi Rusia (RCBD) Igor Kirillov telah mengumumkan pada Kamis (24/3/2022), mengutip berbagai dokumen yang ada, dilansir Sputnik.

Baca juga: Swedia dan Jerman Kirim 7.000 Senjata Anti-Tank ke Ukraina

“Materi yang masuk memungkinkan kami melacak skema interaksi antara badan pemerintah AS dan biolab Ukraina. Keterlibatan dalam pembiayaan kegiatan ini oleh struktur yang dekat dengan kepemimpinan AS saat ini, khususnya dana investasi Rosemont Seneca yang dikelola Hunter Biden, menarik perhatian pada dirinya sendiri," papar Kepala Pasukan RCBD Igor Kirillov dalam pengarahan Kamis.

Baca juga: Turki Desak Barat Memasok F-35 dan Sistem Patriot Tanpa Prasyarat

Menurut informasi Kementerian Pertahanan Rusia, dana tersebut memiliki setidaknya USD2,4 miliar dalam modal investasi.

"Pada saat yang sama, hubungan erat telah terjalin antara dana dan kontraktor utama militer AS, termasuk Metabiota, yang bersama Black and Veach, merupakan salah satu pemasok utama peralatan untuk biolaboratorium Pentagon di seluruh dunia," ungkap Kirillov.

Menurut dia, Laboratorium Nasional Los Alamos, tempat kelahiran bom atom AS, telah menjadi salah satu kurator utama program biologi militer AS di Ukraina.

"Skala program ini sangat mengesankan. Bersama dengan Pentagon, Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), Yayasan Masyarakat Terbuka Soros, dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit terlibat langsung dalam pelaksanaannya," papar dia.

“Pengawasan ilmiah dilakukan oleh organisasi penelitian terkemuka, termasuk Laboratorium Nasional Los Alamos, yang mengembangkan senjata nuklir untuk Proyek Manhattan. Semua kegiatan ini telah dilakukan di bawah kendali langsung Pentagon,” ujar dia.

Kirillov menyertai presentasinya dengan kartu registrasi yang merinci pekerjaan 30 laboratorium yang berbasis di Ukraina, di 14 permukiman yang terlibat dalam kegiatan biologi militer.

“Dokumen ini ditandatangani Wakil Sekretaris Negara Kabinet Menteri Ukraina Viktor Polishchuk. Dasar hukum penandatanganannya adalah kesepakatan kerja sama untuk mencegah penyebaran teknologi, patogen, dan informasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan senjata biologis. Kartu registrasi mengidentifikasi pelanggan: Badan Pengurangan Ancaman Pertahanan, dan juga termasuk daftar situs fasilitas bio," papar Kirillov.

Kirillov mengingatkan bahwa informasi yang diungkapkan sebelumnya menunjukkan sekitar USD32 juta telah dihabiskan untuk berbagai program biologis yang didukung AS di Ukraina antara 2018 dan 2020.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Cerita Leni, Anak Buruh...
Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
Berita Terkini
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved