Pengadilan Jerman Adili Anggota ISIS Atas Dakwaan Genosida Yazidi
Jum'at, 24 April 2020 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
"Seringkali tidak ada perintah untuk menghilangkan sebuah kelompok," kata pakar hukum Universitas Leipzig, Alexander Schwarz, kepada AFP.
"Tidak ada instruksi tertulis di mana 'musnahkan Yazidi' muncul," imbuhnya.
Minoritas etnis dan agama kecil Yazidi diyakini telah mengalami penganiayaan paling kejam oleh ISIS. Kelompok itu memaksa wanita Yazidi menjadi budak seksual, merekrut anak di bawah umur sebagai tentara ana-anak dan membunuh ratusan pria.
Pada Agustus 2014, menurut PBB, pembunuhan terhadap 1.280 dan penculikan terhadap lebih dari 6.400 etnis Yazidi mungkin merupakan genosida.
Kekejaman ISIS membuat etnis non-Arab, non-Muslim Irak, mayoritas Yazidi melarikan diri ke Jerman.
Nadia Murad adalah satu di antara mereka yang telah melewati program untuk wanita dan anak-anak - yang banyak dari mereka menjadi korban perkosaan berulang-ulang - sejak awal tahun 2014.
"Tidak ada instruksi tertulis di mana 'musnahkan Yazidi' muncul," imbuhnya.
Minoritas etnis dan agama kecil Yazidi diyakini telah mengalami penganiayaan paling kejam oleh ISIS. Kelompok itu memaksa wanita Yazidi menjadi budak seksual, merekrut anak di bawah umur sebagai tentara ana-anak dan membunuh ratusan pria.
Pada Agustus 2014, menurut PBB, pembunuhan terhadap 1.280 dan penculikan terhadap lebih dari 6.400 etnis Yazidi mungkin merupakan genosida.
Kekejaman ISIS membuat etnis non-Arab, non-Muslim Irak, mayoritas Yazidi melarikan diri ke Jerman.
Nadia Murad adalah satu di antara mereka yang telah melewati program untuk wanita dan anak-anak - yang banyak dari mereka menjadi korban perkosaan berulang-ulang - sejak awal tahun 2014.
(ber)
Lihat Juga :