Swedia dan Jerman Kirim 7.000 Senjata Anti-Tank ke Ukraina

Kamis, 24 Maret 2022 - 15:47 WIB
loading...
Swedia dan Jerman Kirim...
Tentara membawa senjata anti-tank Panzerfaust. Foto/reddit
A A A
STOCKHOLM - Swedia dan Jerman mengumumkan pada Rabu (23/3/2022) bahwa mereka akan mengirim ribuan senjata anti-tank ke Ukraina.

Kedua negara telah membanjiri Ukraina dengan persenjataan anti-tank. Jerman meninggalkan komitmen sebelumnya untuk pasifisme sehubungan dengan serangan militer Rusia ke Ukraina.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Swedia Ann Linde mengatakan negaranya akan mengirim 5.000 senjata anti-tank ke Ukraina, di atas 5.000 unit yang sudah disediakan. Linde menyebut keputusan itu "bersejarah."

Baca juga: Turki Desak Barat Memasok F-35 dan Sistem Patriot Tanpa Prasyarat

Sementara itu, Kantor Pers Jerman melaporkan Menteri Pertahanan (Menhan) Jerman Christine Lambrecht telah meminta angkatan bersenjata negara itu menyediakan 2.000 granat berpeluncur roket dari persediaannya sendiri untuk dikirim ke Ukraina.

Baca juga: PM Australia Serukan Boikot KTT G-20 di Indonesia Jika Putin Hadir

Militer Jerman telah berada dalam keadaan terlantar selama bertahun-tahun, dan pasukannya dilaporkan kekurangan amunisi, peralatan, dan bahkan sepatu bot.

Baca juga: Perang Ukraina, Indonesia Jadi Medan Tarik-menarik Konflik Rusia vs AS Cs

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan kepada anggota parlemen Jerman pada Rabu bahwa sementara militer negara itu kekurangan pasokan, pemerintah akan mendorong produsen senjata "untuk lebih banyak pengiriman yang mungkin dilakukan."

Kedua negara telah berjanji menaikkan belanja pertahanan menyusul pecahnya perang di Ukraina.

Swedia, yang terus meningkatkan anggaran militernya sejak 2014, baru-baru ini mengumumkan mereka akan meningkatkan pengeluaran hingga 2% dari PDB “sesegera mungkin” atau peningkatan sekitar sepertiga dari tingkat saat ini.

Kanselir Jerman Olaf Scholz juga mengumumkan bulan lalu bahwa dia akan menaikkan anggaran pengeluaran pertahanan menjadi 2% dari PDB dan menginvestasikan USD113 miliar dalam persenjataan, termasuk drone Israel dan jet tempur F-35 Amerika.

NATO menugaskan anggotanya membelanjakan minimal 2% dari PDB untuk pertahanan, target yang banyak gagal.

Kekurangan ini berulang kali dikritik mantan Presiden AS Donald Trump, yang menuduh negara-negara Eropa, khususnya Jerman, mengandalkan perlindungan militer AS.

Tidak seperti Jerman, Swedia bukan anggota NATO, dan pemerintah di Stockholm telah mengatakan mereka bermaksud untuk tetap keluar dari aliansi era Perang Dingin itu.

Tidak jelas kapan dan bagaimana senjata Jerman dan Swedia akan dikirim ke Ukraina. Rusia telah menyatakan bahwa mereka menganggap konvoi pasokan militer ke Ukraina sebagai "target yang sah".

Pemerintah Jerman menyatakan pekan lalu bahwa rincian pengiriman tersebut tidak akan lagi dipublikasikan, mungkin untuk menghindari intelijen Rusia melacak rute mereka.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved