AS Kirim Rudal Patriot dalam Jumlah Besar ke Arab Saudi, Bujuk Soal Minyak?

Rabu, 23 Maret 2022 - 08:05 WIB
loading...
A A A
Riyadh telah meminta pasokan sejak akhir 2021, yang telah berkontribusi pada ketegangan pada hubungan kedua negara.

Pejabat pemerintahan Biden menekankan bahwa penundaan itu tidak disengaja tetapi karena permintaan yang tinggi untuk Patriot dari sekutu AS lainnya serta proses pemeriksaan yang diperlukan.

Juru bicara Pentagon John Kirby telah menolak mengkonfirmasi pengiriman Patriot Interceptors tetapi menekankan pentingnya keamanan Arab Saudi untuk kepentingan Amerika Serikat di daerah tersebut.

“Kami terus berdiskusi dengan Saudi tentang ini, tentang lingkungan ancaman ini, dan selalu mencari cara untuk terus membantu mereka membela diri, tetapi saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan sehubungan dengan laporan pers itu,” ujar pejabat itu pada Senin.

Pemerintahan Biden telah bekerja dengan Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan mereka terhadap serangan udara dari pasukan Houthi di Yaman, negara termiskin di Timur Tengah.

Arab Saudi telah menghadapi peningkatan serangan roket dan drone Houthi, berjumlah 400 serangan tahun lalu. Hal itu diungkapkan sumber yang mengetahui situasi tersebut pada The Hill.

Roket Houthi baru-baru ini menghantam fasilitas produksi minyak dan pabrik desalinasi air milik Aramco, perusahaan petrokimia milik negara Saudi.

Serangan itu menyebabkan kebakaran di satu fasilitas dan memperlambat produksi minyak di fasilitas lain.

Sampai saat ini, Amerika Serikat telah mengirim Arab Saudi lebih dari USD100 miliar senjata selama sepuluh tahun terakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
2 Gempa Dahsyat M7,2...
2 Gempa Dahsyat M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Banyak Bangunan Ambruk
Rekomendasi
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved