Presiden Ukraina Zelensky: Gagal Negosiasi dengan Putin Berarti Perang Dunia III

Senin, 21 Maret 2022 - 07:09 WIB
loading...
Presiden Ukraina Zelensky:...
Gedung apartemen di Kyiv, Ukraina, terbakar setelah diserang pasukan Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebut Perang Dunia III terjadi jika negosiasi dengan Presiden Rusia Vladmir Putin gagal. Foto/Layanan Pers Dinas Daurat Negara Ukraina/REUTERS
A A A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memperingatkan bahwa hanya negosiasi dirinya dan Presiden Vladimir Putin yang bisa mengakhiri invasi Rusia . Menurutnya, jika negosiasi gagal, itu berarti Perang Dunia III .

Zelensky berbicara kepada Fareed Zakaria dari CNN tentang keadaan perang hari ini, dan pihaknya membahas prospek negosiasi dengan Putin.

"Dialog adalah satu-satunya jalan keluar," katanya.

“Pasukan Rusia datang untuk memusnahkan, membunuh kami,” katanya lagi, Senin (21/3/2022).

Baca juga: Tak Terlihat, Detik-detik Rudal Hipersonik Rusia Hantam Gudang Amunisi Ukraina

“Saya pikir hanya kita berdua, saya dan Putin, yang bisa membuat kesepakatan tentang ini," ujarnya.

“Jika upaya ini gagal, itu berarti ini adalah Perang Dunia III," imbuh Zelensky.

Masalahnya di sini adalah menemukan kompromi yang akan diterima oleh kedua pemimpin. Zelensky menjelaskan bahwa dia tidak akan menerima kesepakatan di mana Ukraina melepaskan wilayahnya.

“Kita harus membuat model di mana Ukraina tidak akan kehilangan kedaulatannya, integritas teritorialnya,” katanya.

Dalam berita suram yang sama, Rusia telah memberikan ultimatum kepada kota yang terkepung, Mariupol, hingga dini hari tanggal 21 Maret waktu setempat, untuk menyerah.

Kota ini telah dibombardir berat selama beberapa hari, di mana ribuan warga sipil terperangkap di dalamnya. Rusia mengeklaim akan mengizinkan mereka pergi, jika kota itu menyerah.

Pasukan Rusia terus menggempur kota-kota besar Ukraina, di mana ledakan baru mengguncang Ibu Kota Ukraina Kyiv—atau Kiev—dan situasi di Mariupol semakin putus asa.

Baca juga: Jika Perintahkan Rusia Serang AS, Putin Akan Ditembak Kepalanya

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan satu bom menghantam beberapa rumah dan pusat perbelanjaan di Distrik Podilskyi, menewaskan sedikitnya satu orang.

Video pertama dari pengeboman itu telah diunggah di media sosial oleh Kira Rudik, anggota Parlemen Ukraina. The Kyiv Independent melaporkan bahwa itu adalah rekaman dari kamera keamanan pusat perbelanjaan, dan menunjukkan serangan yang disebutkan oleh Klitschko.

"Begitu dekat. Sangat menakutkan. Ledakan lagi dan lagi. #Kyiv," tulis Kira Rudik via akun @kiraincongress.

Sementara itu, Ukraina telah menolak permintaan Rusia agar Mariupol menyerah pada pukul 05.00 pagi. Wakil Perdana Menteri Iryna Vereshchuk mengatakan menyerah "bukanlah pilihan", dan menuntut Rusia mengizinkan koridor kemanusiaan didirikan sehingga warga sipil dapat mengungsi.

Dalam ultimatumnya, Rusia mengatakan hanya akan mengizinkan koridor seperti itu jika kota itu menyerah.

The Financial Times telah menerbitkan laporan mengerikan yang menguraikan betapa mengerikannya kondisi di lapangan. Penduduk Mariupol yang kelaparan dilaporkan mulai membunuh anjing-anjing liar untuk dimakan.

“Anda mendengar kata-katanya tetapi tidak mungkin untuk benar-benar menerimanya, untuk percaya ini terjadi,” kata Dmytro, yang berhasil keluar dari Mariupol tetapi telah mendengar cerita horor dari teman-temannya yang tertinggal.

"Ini adalah neraka di Bumi," katanya.

Dia mengatakan dirinya mengunjungi pasar pusat kota itu seminggu yang lalu setelah dihancurkan oleh artileri.

“Semuanya terbakar, ada mayat di mana-mana. Dan saya hanya berjalan-jalan, mengambil kubis di sini, wortel di sana, mengetahui itu berarti keluarga saya akan hidup satu atau dua hari lagi,” kenangnya.

"Anda menjadi benar-benar tidak peka."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Sempat Dilarang di Qatar...
Sempat Dilarang di Qatar 2022, Kenapa FIFA Izinkan Bendera LGBT Masuk Stadion Piala Dunia 2026?
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Berita Terkini
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved