WNI Dievakuasi dari Ukraina: Siang Malam Bom Nggak Berhenti, Dekat dengan Maut

Sabtu, 19 Maret 2022 - 00:01 WIB
loading...
WNI Dievakuasi dari...
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri Indonesia Judha Nugraha bersama para WNI yang dievakuasi dari Chernihiv, Ukraina, ke Polandia. Foto/Screenshot YouTube Kemlu RI
A A A
WARSAWA - Salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang berhasil dievakuasi dari Chernihiv, Ukraina , menceritakan kondisi mengerikan saat invasi Rusia berlangsung. Dia dan rekan-rekannya merasa maut sudah dekat karena bom siang malam nyaris tak berhenti.

"Selama di Chernihiv frustrasi, siang malam bom nggak berhenti. Dekat dengan maut. Tapi kami bersyukur ada Bapak-bapak dari Kementerian Luar Negeri, dari KBRI Kyiv, memberikan dukungan agar kami tenang, jadi kami merasa nggak sendirian" kata Iskandar melalui tautan video saat press briefing dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi, Jumat (18/3/2022).

Iskandar menyampaikan hal itu saat saat berada di mobilbersama rekan-rekannya serta dengan Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia Judha Nugraha.

Baca juga: Dekat dengan Maut, Hari-hari Menegangkan Evakuasi 9 WNI dari Chernihiv Ukraina

Iskandar merupakan satu dari sembilan WNI yang dievakuasi dengan selamat ke Polandia. Mereka akan diterbangkan ke Indonesia pada 20 Maret dengan pesawat komersial.

"Di Cherhiniv luar biasa, empat hari terakhir gawat, tak ada air, tak ada listrik. Pabrik kami sudah kena bom," lanjut Iskandar.

"Terima kasih kami sudah ditakdirkan keluar, sehingga terhindar dari musibah."

Iskandar menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang membantu evakuasi. "Terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi," ujarnya.

"Mohon maaf, sudah banyak menyusahkan, banyak merepotkan. Terima kasih sebesar-besarnya," kata Iskandar.

Sebelumnya, Menlu Retno mengumumkan keberhasilan evakuasi terhadap sembilan WNI dari Cherhiniv, Ukraina, yang dilanda perang. Hari-hari menegangkan mewarnai upaya evakuasi selama sekitar 22 hari sejak invasi Rusia dimulai.

"Alhamdulillah kita patut bersyukur bahwa setelah melalui upaya yang sangat keras dan cukup lama maka pada hari ini kita berhasil mengevakuasi sembilan orang WNI dari Kota Chernihiv," kata Retno.

"Proses evakuasi sangat, sangat, sangat tidak mudah. Setiap hari, selama kurang lebih 22 hari, upaya untuk mengevakuasi para WNI dari Chernihiv terus dilakukan. Namun, baru hari ini mereka berhasil dievakuasi melalui jalur Kyiv, kemudian ke Lviv dan kemudian menyeberang ke wilayah Polandia," papar Retno.

Menlu Retno mengatakan berbagai skenario dan jalur evakuasi yang dibuat tim Kementerian Luar Negeri perlu dilakukan adjustment hampir setiap hari. "Tentunya adjustment ini dilakukan karena situasi lapangan yang terus berubah," katanya.

Menurutnya, sembilan WNI yang berhasil dievakuasi saat ini sudah berada di zona aman.

Jika dihitung dari Chernihiv sampai ke Lviv, total perjalanan yang ditempuh oleh para WNI adalah sekitar 15 jam.

Retno mengatakan para WNI akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diterbangkan ke Indonesia dengan pesawat komersial pada 20 Maret.

Dengan keberhasilan evakuasi 9 WNI ini berarti total 133 WNI sudah berhasil dievakuasi dengan selamat dari Ukraina. "Seluruh proses evakuasi sudah dapat dilaksanakan," kata Retno.

Sebanyak 23 WNI memilih tinggal di Ukraina karena alasan keluarga. Selain itu, ada sembilan staf esensial KBRI berada di Lviv.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
AS Serang Iran, Ledakan...
AS Serang Iran, Ledakan Hebat Terdengar di Bandara Abbas hingga Pulau Qeshm
Trump Ingin Rebut Selat...
Trump Ingin Rebut Selat Hormuz, Iran Beri Respons Keras: Berbahaya!
Rekomendasi
Foto Liburan Bareng...
Foto Liburan Bareng Gading Marten di Italia Jadi Sorotan, Medina Dina Beri Penjelasan
Betrand Peto Akui Tak...
Betrand Peto Akui Tak Tahu Ada Petisi Boikot Sarwendah, Fokus Garap Lagu Baru
Kemendikdasmen Terbitkan...
Kemendikdasmen Terbitkan SE Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah
Berita Terkini
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
Infografis
Tawaran Bom Murah dan...
Tawaran Bom Murah dan Presisi untuk Ukraina dari Boeing
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved