Tentara dan Relawan Ukraina Klaim Kalahkan Pasukan Rusia di Kota Strategis

Kamis, 17 Maret 2022 - 20:17 WIB
loading...
Tentara dan Relawan...
Tentara dan relawan Ukraina klaim berhasil kalahkan pasukan Rusia di kota strategis. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Gabungan kekuatan tentara tentara Ukraina dan sukarelawan lokal di kota strategis yang terletak di selatan Ukraina mengklaim berhasil mengalahkan pasukan Rusia yang jauh lebih besar yang ingin merebut kendali.

The Wall Street Journal melaporkan kota Voznesensk akan memberi Rusia pintu gerbang ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Ukraina Selatan dan jalan untuk menyerang Odesa dari belakang.

Sebaliknya, pertempuran dua hari yang dimulai pada 2 Maret antara Rusia dan Ukraina di kota itu membalikkan keadaan.



Pasukan Rusia telah meninggalkan hampir 30 dari 43 kendaraan mereka termasuk tank, pengangkut personel lapis baja, peluncur roket ganda dan truk, menurut pejabat Ukraina, yang menambahkan bahwa mereka juga telah menjatuhkan helikopter serang Mi-24.

Pasukan Rusia mundur lebih dari 40 mil ke tenggara, di mana mereka terus menghadapi perlawanan sengit dari pasukan Ukraina lainnya.

Pejabat setempat mengatakan 10 tentara Rusia yang telah tersebar di hutan telah ditangkap. Para pejabat menambahkan bahwa, menurut perkiraan mereka, 100 tentara Rusia tewas di Voznesensk.

Vadym Dombrovsky, komandan kelompok pengintaian pasukan khusus Ukraina di daerah yang juga merupakan penduduk Voznesensk, mengatakan pasukan Rusia tidak mengharapkan Ukraina menjadi kuat.

Baca juga: AS Tak Tertarik untuk Perang Dunia III dengan Rusia

“Kami tidak memiliki satu tank pun untuk melawan mereka, hanya granat berpeluncur roket, rudal Javelin dan bantuan artileri,” katanya kepada WSJ.

“Rusia tidak menyangka kami begitu kuat. Itu adalah kejutan bagi mereka. Jika mereka merebut Voznesensk, mereka akan memotong seluruh selatan Ukraina,” imbuhnya seperti dikutip dari Independen, Kamis (17/3/2022).

Menurut walikota Voznesensk Yevheni Velichko, kemajuan pasukan Rusia dihentikan dengan bekerja sama dengan pengusaha lokal yang menggali tepi sungai Mertvovod yang membelah kota sehingga kendaraan personel lapis baja tidak bisa lewat.

Pemilik bisnis tambang dan konstruksi didatangkan untuk memblokir jalan-jalan dan menyalurkan kolom tentara Rusia ke daerah-daerah yang lebih mudah diserang dengan artileri.

Baca juga: Terungkap, Rusia Gunakan Drone Israel untuk Lawan UAV Turki Andalan Ukraina

Tentara Rusia juga mengambil rumah warga sipil dan menggunakannya untuk mengatur posisi penembak jitu.

Relawan dengan pasukan pertahanan teritorial bekerja dengan militer Ukraina untuk memberikan koordinat yang akan membantu mengarahkan tembakan militer ke arah Rusia.

Para pejabat mengatakan bahwa meskipun kota berpenduduk 35.000 orang sebagian besar menggunakan bahasa Rusia, ada dukungan luas terhadap invasi Ukraina yang membantu perjuangan mereka.

"Semua orang bersatu melawan musuh bersama," kata Velichko seperti dikutip. “Kami membela tanah kami sendiri. Kita berada di rumah," imbuhnya.

Baca juga: Ukraina: Serangan Balik Paksa Rusia Rekrut Tentara Bayaran Siap Mati

Ketika pasukan Rusia mundur dari daerah itu, penduduk telah kembali ke rumah mereka.

Dewan distrik Voznesensk Spartak Hukasian mengatakan kota itu tidak lagi berada di dekat garis depan dan berjalan tertatih-tatih untuk kembali normal.

"Dia yang tertawa terakhir akan tertawa paling baik," katanya. "Kami belum punya kesempatan untuk tertawa sampai sekarang," tukasnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Berita Terkini
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved