Gempa M 7,3 Fukushima Tewaskan 2 Orang, Mengingatkan pada Tragedi Tsunami 2011

Kamis, 17 Maret 2022 - 08:46 WIB
loading...
Gempa M 7,3 Fukushima...
Kaca-kaca pada banguna dealer mobil di Koriyama, Prefektur Fukushima, Jepang, pecah akibat gempa magnitudo 7,3 semalam. Foto/Kyodo via REUTERS
A A A
TOKYO - Gempa maginitudo 7,3 mengguncang pantai timur laut Jepang di lepas pantai Fukushima semalam, menyebabkan dua orang tewas dan 94 orang terluka.

Guncangan ini menghidupkan kembali ingatan akan tragedi gempa dan tsunami yang melumpuhkan wilayah yang sama lebih dari satu dekade sebelumnya.

Pemerintah setempat mengatakan ada beberapa laporan kebakaran.

Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana mengatakan pada Kamis (17/3/2022) pagi bahwa ada dua kematian yang dikonfirmasi dan 94 terluka, termasuk empat luka serius.

Baca juga: Gempa Dahsyat Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami dan Pemadaman Listrik

Gempa itu terasa di Tokyo, yang berjarak sekitar 275 kilometer (170 mil), di mana gedung-gedung bergoyang cukup lama.

Ratusan ribu rumah dilanda kegelapan selama satu jam atau lebih, meskipun listrik telah pulih sepenuhnya pada dini hari tadi.

Pihak berwenang mencabut peringatan tsunami yang dikeluarkan sebelumnya.

Bada Meteorologi Jepang mengatakan tepat sebelum tengah malam, gempa melanda di lepas pantai prefektur Fukushima pada kedalaman 60 kilometer. Ini memicu kenangan akan gempa bumi dan tsunami dahsyat pada Maret 2011, seminggu setelah peringatan 11 tahun bencana itu.

Perdana Menteri Fumio Kishida, seperti dikutip Reuters, mengatakan tidak ada kelainan pada pembangkit listrik tenaga nuklir akibat gempa tersebut.

Tragedi gempa dan tsunami 2011 memicu kehancuran pada pembangkit nuklir Daiichi di Fukushima, sebuah insiden yang sebenarnya masih dihadapi Jepang.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan alarm kebakaran telah dipicu di sebuah bangunan turbin di pembangkit nuklir yang lumpuh.

Secara terpisah, kereta peluru Shinkansen tergelincir dengan sekitar 100 orang di dalamnya, meskipun tidak ada laporan korban luka.

Utilitas Tokyo Electric Power Company mengatakan bahwa awalnya sekitar 2 juta rumah tangga kehilangan listrik pada hari Rabu, termasuk 700.000 di ibu kota.

Sedangkan Tohoku Electric Power mengatakan sekitar 38.500 rumah masih padam pada pukul 07.40 waktu setempat, Kamis.

Gempa kuat di Jepang dapat mengganggu manufaktur, terutama komponen elektronik sensitif seperti semikonduktor yang dibuat menggunakan mesin presisi.

Gempa 2011 menghentikan produksi selama tiga bulan di sebuah pabrik milik Renesas Electronics Corp, yang membuat hampir sepertiga dari semua chip mikrokontroler digunakan di mobil.

Kebakaran di fasilitas tahun lalu memperburuk kekurangan chip yang memaksa perusahaan mobil untuk mengekang produksi.

Renesas mengatakan sedang memeriksa kondisi tiga pabriknya Naka, Yonezawa dan Takasaki dan akan memberikan pernyataan apakah produksi akan terpengaruh nanti.

Berada di perbatasan beberapa lempeng tektonik, Jepang mengalami sekitar seperlima gempa bumi magnitudo 6 atau lebih besar di dunia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Berita Terkini
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved