Jika Bantu Rusia, Warga Ukraina Diancam Penjara hingga Seumur Hidup

Rabu, 16 Maret 2022 - 13:37 WIB
loading...
Jika Bantu Rusia, Warga...
Tentara Ukraina berjaga dekat Strelkovo, Kherson, 17 Maret 2014. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menandatangani Undang-undang (UU) yang memungkinkan memenjarakan siapa pun yang membantu Rusia di tengah serangan militer di Ukraina.

Langkah tersebut diungkapkan Wakil Ketua Parlemen Ukraina Alexander Kornienko, dilansir RT.com pada Selasa (15/3/2022).

Berbicara kepada Ukraina 24, Alexander Kornienko berpendapat hukuman itu juga harus diterapkan pada sekitar 20 anggota parlemen "tidak patriotik".

Baca juga: Tantang Putin Bertarung, Pemimpin Chechnya Kadyrov Sarankan Musk Ganti Nama Elona

Menurut dia, 20 anggota parlemen Ukraina itu melarikan diri dari negara itu saat menghadapi serangan Rusia yang dimulai pada 24 Februari.

Baca juga: Selamat Tinggal Petrodolar? Arab Saudi Terima Yuan China untuk Pembelian Minyak

Undang-undang tersebut, yang disahkan parlemen pada awal Maret, memberikan hukuman penjara hingga 15 tahun bagi siapa pun yang membantu "negara agresor", termasuk membuat pernyataan publik untuk mendukungnya.

Baca juga: Ukraina Kecam Langkah Tak Bersahabat Israel terhadap Warganya

Ini juga termasuk secara sukarela memegang posisi kepemimpinan di “badan pemerintah ilegal” di “wilayah pendudukan sementara.”

Mereka yang terbukti bersalah membantu musuh dapat dipenjara seumur hidup jika tindakan mereka menyebabkan kematian atau "konsekuensi berat lainnya."

Biro Investigasi Negara Ukraina mengatakan pekan lalu bahwa 38 kasus pengkhianatan tingkat tinggi dibuka terhadap para pejabat dan petugas polisi yang membelot atau bekerja dengan pasukan Rusia.

Moskow menyerang negara tetangga pada akhir Februari, menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Ukraina menerapkan ketentuan perjanjian Minsk, dan akhirnya pengakuan Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk mengatur status wilayah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.

Rusia kini menuntut Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Kiev mengatakan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan. Ukraina membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali dua republik di Donbass dengan paksa.

Beberapa putaran pembicaraan telah diadakan, dengan kedua belah pihak menyetujui rute evakuasi dari kota-kota yang diperangi.

Penasihat Presiden Ukraina Zelensky Alexey Arestovich mengatakan pada Senin ada kemungkinan kesepakatan damai dalam beberapa pekan mendatang.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved