Ukraina Kecam Langkah Tak Bersahabat Israel terhadap Warganya
Rabu, 16 Maret 2022 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
“Saya akan mengingatkan semua mitra kami: rakyat Anda telah lama dan jelas menunjukkan dan mengatakan apa yang perlu Anda lakukan. Lihat dan dengar konstituen Anda. Mereka membuat pilihan mereka. Mereka mendukung Ukraina. Mereka bersama kita. Dan kau?" ungkap Yermak menulis di Facebook, dalam bahasa Ukraina.
Baca juga: Pembalasan Berlanjut, Rusia Sanksi 300 Orang Kanada Termasuk PM Trudeau
Komentar Yermak muncul setelah Tel Aviv mengumumkan warga Ukraina yang mengunjungi negara itu perlu menyatakan jika mereka mendapat undangan dari warga negara Israel dan menunggu izin untuk masuk.
Pada Minggu, Menteri Dalam Negeri Ayelet Shaked mengatakan setiap warga Ukraina dengan teman dan keluarga di Israel akan diizinkan masuk sebagai pengungsi sampai akhir konflik, tetapi hanya sejumlah kecil dari mereka yang tidak memiliki hubungan dengan negara tersebut yang akan diterima.
Interfax-Ukraina melaporkan pada Selasa bahwa negara tersebut sedang mempertimbangkan membatalkan pengaturan bebas visa dengan Israel, dengan alasan Tel Aviv telah mengingkari kesepakatannya.
Namun, sumber klaim ini adalah seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya di Kiev.
Baca juga: Pembalasan Berlanjut, Rusia Sanksi 300 Orang Kanada Termasuk PM Trudeau
Komentar Yermak muncul setelah Tel Aviv mengumumkan warga Ukraina yang mengunjungi negara itu perlu menyatakan jika mereka mendapat undangan dari warga negara Israel dan menunggu izin untuk masuk.
Pada Minggu, Menteri Dalam Negeri Ayelet Shaked mengatakan setiap warga Ukraina dengan teman dan keluarga di Israel akan diizinkan masuk sebagai pengungsi sampai akhir konflik, tetapi hanya sejumlah kecil dari mereka yang tidak memiliki hubungan dengan negara tersebut yang akan diterima.
Interfax-Ukraina melaporkan pada Selasa bahwa negara tersebut sedang mempertimbangkan membatalkan pengaturan bebas visa dengan Israel, dengan alasan Tel Aviv telah mengingkari kesepakatannya.
Namun, sumber klaim ini adalah seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya di Kiev.
Lihat Juga :