1.400 Tentara Rusia yang Terluka di Ukraina telah Keluar Rumah Sakit
Senin, 14 Maret 2022 - 14:31 WIB
loading...
A
A
A
Militer Rusia mengkonfirmasi serangan jarak jauh di Yavoriv dan pusat pelatihan militer terdekat, dengan mengatakan itu dilakukan dengan senjata presisi tinggi.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan selama briefing pada Minggu bahwa "hingga 180 pejuang asing" tewas dan sejumlah besar senjata asing dihancurkan dalam serangan itu. Kiev kemudian menyebut klaim itu sebagai "propaganda."
Moskow menyerang tetangganya pada akhir Februari, menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Ukraina untuk menerapkan ketentuan Perjanjian Minsk, dan pengakuan Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.
Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik di Donbass dengan paksa.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan selama briefing pada Minggu bahwa "hingga 180 pejuang asing" tewas dan sejumlah besar senjata asing dihancurkan dalam serangan itu. Kiev kemudian menyebut klaim itu sebagai "propaganda."
Moskow menyerang tetangganya pada akhir Februari, menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Ukraina untuk menerapkan ketentuan Perjanjian Minsk, dan pengakuan Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.
Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik di Donbass dengan paksa.
(sya)
Lihat Juga :