1.400 Tentara Rusia yang Terluka di Ukraina telah Keluar Rumah Sakit

Senin, 14 Maret 2022 - 14:31 WIB
loading...
1.400 Tentara Rusia...
Pasukan pro-rusia mengendarai tank di kota Volnovakha, Donetsk, Donbass, 11 Maret 2022. Foto/REUTERS/Alexander Ermochenko
A A A
MOSKOW - Sebanyak 1.400 tentara Rusia yang terluka dalam serangan Moskow di Ukraina telah dipulangkan dari rumah sakit.

Laporan itu diungkapkan surat kabar Krasnaya Zvezda (Bintang Merah), media resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia, pada Minggu (13/3/2022).

“Mereka dirawat di rumah sakit militer di Moskow, di mana beberapa dari mereka menjalani operasi,” ungkap laporan Krasnaya Zvezda.

Baca juga: Zelensky: Rusia Sudah Serang Dekat Perbatasan Polandia, Bakal Serang Negara NATO!

Surat kabar itu menambahkan bahwa pasukan yang pulih sekarang akan dikirim ke fasilitas perawatan untuk rehabilitasi.

Baca juga: Rusia Dituduh Jatuhkan Bom Fosfor Putih yang Menyeramkan di Ukraina

“Mereka semua telah menyatakan kesediaan untuk bergabung kembali dengan unit mereka setelah pemulihan penuh untuk lebih memenuhi tugas mereka sebagai bagian dari ‘operasi militer khusus,’” papar laporan Krasnaya Zvezda.

Baca juga: Pemimpin Muslim Chechnya Kadyrov Terjun ke Medan Perang Ukraina

Moskow pertama kali mengungkapkan jumlah tentara yang tewas dan terluka di Ukraina pada 2 Maret.

Pada saat itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan jumlah korban tewas 498 orang, dan mengatakan bahwa 1.597 prajurit terluka.

Rusia menolak klaim Kiev bahwa ada korban Rusia yang "tak terhitung" korban Rusia. Menurut Rusia, klaim Ukraina itu sebagai disinformasi.



Sejak itu, militer Rusia belum memperbarui jumlah korban tewas. Pihak Ukraina secara teratur merilis perkiraan warga Rusia yang terbunuh, mengklaim "lebih dari 12.000" tentara Rusia mungkin telah kehilangan nyawa mereka dalam serangan itu.

Pada Minggu, Kiev mengatakan bahwa sedikitnya 35 orang tewas dan lebih dari 130 terluka di kawasan militer Yavoriv, juga dikenal sebagai Pusat Internasional untuk Penjaga Perdamaian dan Keamanan, di luar Lviv, dekat perbatasan Ukraina dengan Polandia.

Militer Rusia mengkonfirmasi serangan jarak jauh di Yavoriv dan pusat pelatihan militer terdekat, dengan mengatakan itu dilakukan dengan senjata presisi tinggi.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan selama briefing pada Minggu bahwa "hingga 180 pejuang asing" tewas dan sejumlah besar senjata asing dihancurkan dalam serangan itu. Kiev kemudian menyebut klaim itu sebagai "propaganda."

Moskow menyerang tetangganya pada akhir Februari, menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Ukraina untuk menerapkan ketentuan Perjanjian Minsk, dan pengakuan Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.

Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik di Donbass dengan paksa.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Program Rudal Iran Tak...
Program Rudal Iran Tak Dibahas dalam MoU Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Berita Terkini
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved