Kabur dengan Pria Lain, Pengantin Perempuan Iran Dipenggal Suaminya

Selasa, 16 Juni 2020 - 11:23 WIB
loading...
Kabur dengan Pria Lain,...
Jasad perempuan muda Iran yang dipenggal suaminya karena melarikan diri dengan pria lain dua hari setelah pernikahan. Foto/Mirror
A A A
TEHERAN - Seorang pengantin remaja perempuan Iran melarikan diri dengan pria lain dua hari setelah pernikahannya. Setahun kemudian, sang suami menemukannya dan akhirnya memenggalnya sebagai pembunuhan demi kehormatan atau honor killing .

Setahun lalu, korban yang berusia 19 tahun dipaksa menikah dengan sepupunya yang berusia 23 tahun. Namun, dua hari setelah pernikahan korban melarikan diri.

Iran International TV melaporkan pria yang membunuh istrinya itu menyerahkan diri ke polisi di Abadan pada Minggu malam. Dia tiba di kantor polisi dengan kondisi tangan masih memegang pisau yang berlumuran darah. Dia mengakui pembunuhan itu dengan alasan korban berselingkuh. (Baca: Gadis Cantik Iran Dipenggal Ayahnya Atas Nama Honor Killing )

Pelaku pembunuhan mengaku meninggalkan tubuh korban yang dipenggal di sebelah Sungai Bahmanshir. Baik nama pelaku maupun korban tidak diungkap pihak kepolisian setempat.

"Seorang pengantin muda melarikan diri dari rumah dengan pria lain dua hari setelah pernikahan setahun yang lalu," bunyi pernyataan polisi Abadan, seperti dikutip Mirror, Selasa (16/6/2020).

"Pengantin pria mencari istrinya selama satu tahun sampai dia menemukannya di Mashhad dan (korban) menyerahkan diri kepadanya dengan dalih bahwa dia (pelaku) telah memaafkannya," lanjut polisi.

Dalam hukum Iran, seorang pria dapat membunuh istrinya tanpa reperkusi jika dia menangkap sang istri berselingkuh dengan pria lain.

Khuzestan, tempat pembunuhan terjadi, telah "ternoda" oleh apa yang disebut sebagai pembunuhan demi kehormatan. Demikian disampaikan mantan Ketua Pengadilan Abbas Jafari Dolatabadi.

"Kebiasaan setempat memungkinkan pembunuhan ini terjadi, dan para pelaku pembunuhan ini sama sekali bukan buron," katanya.

"Sayangnya, pembunuhan demi kehormatan terjadi di provinsi ini dengan cara yang sangat tragis, dan keluarga para korban biasanya tidak menuntut hukuman dari si pembunuh," paparnya. (Baca juga: Pernikahan Sesama Jenis Gemparkan Warga Sulawesi Selatan )

Dewan Wali Iran baru-baru ini menyetujui rancangan undang-undang (RUU) untuk melindungi anak di bawah umur dari pembunuhan semacam itu. RUU itu diusulkan setelah kematian remaja Romina Ashrafi, 14, akibat dibunuh ayah kandungnya.

"Sebuah undang-undang tunggal tidak dapat menyelesaikan masalah seperti ini, yang memiliki akar budaya, sosial, dan terkadang ekonomi," kata juru bicara Dewan Wali Iran, Abassali Kadkhodaei.

Editor Iran International TV, Sadeq Saba, menjadi salah satu dari banyak pihak yang mengklaim tidak cukup tindakan dari otoritas berwenang untuk mengatasi masalah pembunuhan demi kehormatan.

"Pembunuhan terbaru wanita berusia 19 tahun di Khuzestan, menunjukkan bahwa tidak ada cukup perlindungan bagi perempuan di seluruh Iran," katanya.

"Meskipun rezim menyangkal bahwa hal itu yang harus disalahkan atas jumlah pembunuhan demi kehormatan di Iran, lebih banyak yang harus dilakukan untuk melindungi wanita yang rentan dalam pernikahan paksa," ujarnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Nah, Tak Ada Agenda...
Nah, Tak Ada Agenda Trump Teken Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini
Rekomendasi
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
Berita Terkini
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved