Derita Pengungsi Kulit Hitam Ukraina: Alami Diskriminasi Saat Kabur dari Invasi Rusia
Minggu, 13 Maret 2022 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Terutama menyayat hati, katanya, ketika mempertimbangkan pengungsi Suriah yang pada bulan Desember mencari bantuan di perbatasan Polandia-Belarusia dengan sedikit atau tidak berhasil.
"Saya pikir perbedaan utama adalah ras dan etnis," kata St. Julian Varnon.
Sementara media sosial telah membantu mengungkap diskriminasi rasial, St. Julian-Varnon mengatakan itu juga telah digunakan oleh Rusia untuk menyebarkan disinformasi.
Baca juga: Polandia Sudah Tampung 1 Juta Lebih Pengungsi Ukraina
Pelajar dari Afrika dan negara-negara lain merupakan populasi kecil. Tetapi seperti yang dijelaskan St. Julian Varnon, tidak boleh orang didiskriminasi dengan cara ini. Dia berhubungan dengan beberapa pelajar yang berhasil sampai ke Hongaria. Dia mengatakan banyak dari mereka sekarang dianggap sebagai warga negara dari negara ketiga dan telah diberitahu bahwa mereka harus pindah ke negara lain atau pulang ke rumah dalam waktu 30 hari.
"Saya pikir perbedaan utama adalah ras dan etnis," kata St. Julian Varnon.
Sementara media sosial telah membantu mengungkap diskriminasi rasial, St. Julian-Varnon mengatakan itu juga telah digunakan oleh Rusia untuk menyebarkan disinformasi.
Baca juga: Polandia Sudah Tampung 1 Juta Lebih Pengungsi Ukraina
Pelajar dari Afrika dan negara-negara lain merupakan populasi kecil. Tetapi seperti yang dijelaskan St. Julian Varnon, tidak boleh orang didiskriminasi dengan cara ini. Dia berhubungan dengan beberapa pelajar yang berhasil sampai ke Hongaria. Dia mengatakan banyak dari mereka sekarang dianggap sebagai warga negara dari negara ketiga dan telah diberitahu bahwa mereka harus pindah ke negara lain atau pulang ke rumah dalam waktu 30 hari.
(ian)
Lihat Juga :